Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Terbukti, Pertanian Teruji Saat Pandemi

Bagikan
Foto : Nur Afika | Mahasiswa Program Paskasarjana UNHAS
Foto : Nur Afika | Mahasiswa Program Paskasarjana UNHAS

Oleh : Nur Afika | Mahasiswa Program Paskasarjana UNHAS

PanganNews.id.Jakarta -  Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19, salah satunya adalah negara Indonesia. pandemi covid-19 menimbulkan banyak dampak atau ancaman diberbagai sektor terutama dalam sektor Kesehatan dan Pertanian. Ditengah pandemi saat ini sektor pertanian sangat dibutuhkan oleh penduduk Indonesia khususnya pangan. Maka dari itu kementrian pertanian  terus berupaya dalam memenuhi kebutuhan penduduk indonesia dengan melakukan beberapa program atau kegiatan yaitu: (1) meningkatkan kapasitas produk, (2) diverifikasi pangan lokal, (3) memperkuat cadangan dan sistem logistik, (4) mengembangkan pertanian yang modern dan (5) gerakan tiga kali ekspor. 

Dari hasil data KSA BPS 2020, menunjukan bahwa produksi beras pada tahun 2020 mencapai  31,63 jt ton dengan luas panen sekitar 10,78 jt hektar dan jumlah produksi padi mencapai 55,16jt ton. selain itu kementan memiliki stok awal beras pada bulan januari sebesar 5,90jt ton dengan jumlah kebutuhan komsumsi sebesar 30,08 jt ton dan kementan memprediksi pada bulan desember stok beras dapat mencapai 6-7jt ton. maka dapat dikatakan bahwa stok beras pada tahun 2020 aman. ini menunujukkan bahwa selama pandemi covid-19 pertanian khususnya pangan dapat memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia. Kementan juga menargetkan produksi beras pada MT-I 2021 sebesar 18,5 jt ton dengan luas lahan 8,2jt hektar di 33 provinsi, 8 provinsi andalan (jatim, jateng, jabar, sulsel, sumsel, lampung, kalsel, sumut), 9 provinsi utama  dan 16 provinsi pengembangan. Untuk mencapai target tersebut kementan memberikan bantuan kepada  petani berupa pupuk bersubsidi, benih, dan alsin,   usahatani, KUR alsin pra dan pasca panen dan asuransi usahatani. 

Selain itu, keberhasilan pertanian dalam menghadapi covid-19 dapat dilihat dari pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha (Y-ON-Y) (persen) yaitu hanya sektor pertanian yang memberikan konstribusi positif sebesar 2,15% sedangkan untuk sektor-sektor lainnya mengalami penurunan atau tekanan akibat pandemi covid-19 seperti sektor pertambangan dan penggalian -4,28%, industri pengolahan -4,31%, konstruksi -4,52%, perdangan dan reparasi -5,03% dan lainnya -4,07%. 

Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 dilihat dari Pertumbuhan PDB menurut lapangan usaha  triwulan II-2020 mengalami minus 4,19%. dari 17 lapangan usaha hanya 3 yang memberikan konstribusi positif dan 14 lapangan usaha yang mengalami penurunan konstribusi atau minus. Pertanian 16,24%, infokom 3,44%, pengadaan air 1,28% yang memiliki pertumbuhan positif sedangkan dari 14 lapangan usaha, transportasi & penggudangan yang mengalami penurunan tertingi yaitu -29,22% (BPS/2020).

Dilihat dari perkembangan nilai tukar petani selama covid-19 mengalami kenaikan baik itu NUTP maupun NTP yaitu pada bulan mei NTP sebesar 99,47 sampai september meningkat menjadi 101,66 sedangkan NUTP bulan mei sebesar 100,16 meningkat sampai bulan september 101,74. 

Sektor pertanian telah berhasil menghadapi pandemi covid-19. Hal ini dapat dilihat Dari tingginya konstribusi sektor pertanian dari tahun 2019 sampai 2020 sehingga kementan memiliki jalan yang besar untuk mengembangkan pertanian yang ada diindonesia. Salah satunya pada realisasi 2020, kementan menyediakan KUR bagi petani sebesar Rp 724,5M, APBN 61 unit dan kostraling sebanyak 15.127 dan diharapkan dengan adanya KUR dan kostraling dapat menyerap gabah petani dengan harga yang layak dan biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar 11,6jt ton GKG atau Rp 69,7T sehingga petani dapat menghasilkan produksi beras sebesar 7,4jt ton dengan harga Rp1000/kg maka total penerimaan yang diterima oleh petani sebesar Rp74T dan keuntunggan yang diterima oleh petani sebesar Rp 4T. Kementan merencanakan pada tahun 2021 akan menyediakan 41.000 kostraling, KUR Rp 7-10T dan APBN 305 unit.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal