Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pelalawan Panen Padi Bebas Residu

Bagikan
Foto : Panen Raya Padi Bebas Residu Di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.
Foto : Panen Raya Padi Bebas Residu Di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.

PanganNews.id Riau - Pemerintah Provinsi Riau melalui Wakil Gubernur Riau , Edi Nasution melaksanakan panen raya padi bebas residu di Desa Teluk Bakau Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakalpoda Riau, Bupati Pelalawan, Ketua DPRD Pelalawan, Kepala Dinas PTPH Prov. Riau, Ka BPTP Riau (Salwati), Kepala Dinas Pertanian TPH Kab. Pelalawan, Forkompinda Pelalawan, BUMD Kepri, BUMD Pelalawan, pemuka masyarakat dan kelompok tani di Teluk Bakau. 

Bupati Pelalawan H.M. Harris dalam sambutannya menyampaikan berbagai kemajuan yang dicapai selama 2 periode pemerintahannya. Luas potensial sawah di Pulau Mendol adalah 9.200 ha, sedangkan lahan yang sudah diterbuka 7.200 ha dan intensif ditanami seluas 5.200 ha, dimana pertanaman IP 200 seluas 1.000 ha.

"Dulu Pelalawan tertinggal dalam bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, penerangan, dan termasuk daerah miskin, tetapi semua ketertinggalan itu telah dibenahi dalam 10 tahun terakhir" ujar Bupati.

Pertanian termasuk salah satu sumber perekonomian penduduk Pelalawan dan usahatani padi dominan di Sentra padi Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar. Keberhasilan pengembangan sistem budidaya padi di Pelalawan berkat kerjasama Pemda dengan BPTP Balitbanhtan Riau. 

Panen saat ini berada di hamparan 200 ha sawah bukaan baru di daerah pesisir Pulau Mendol. Petani tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sehingga lahan belum tercemar residu pupuk. 

Wakil Gubernur Riau dalam arahannya menyampaikan pesan Gubernur Riau agar kita bersama melakukan gerakan penyediaan pangan daerah untuk ketahanan pangan dan stabilisasi harga pangan. Hampir semua pangan utama Riau belum cukup dari produksi sendiri. Dari sawah seluas 62.863 ha hanya 23% bisa memenuhi kebutuhan beras Riau. Penduduk Riau sebanyak 7,4 juta jiwa yang membutuhkan pangan tiap hari. Oleh karena itu, pertanian tidak boleh berhenti, harus terus dikembangkan.

Melalui program Riau Bertani, tahun 2020 produksi padi Riau naik 16,66%. Ini tercapai karena adanya pengembangan varietas unggul baru maupun varietas lokal padi, peningkatan IP menjadi 200 seluas 23% dari luas total sawah di Riau, penerapan mekanisasi, dan penguatan kelembagaan petani melalui koorporasi petani.

Pemerintah Provinsi Riau mencanangkan Kabupaten Indragiri Hilir dan Pelalawan menjadi wilayah food estate padi. Wakil Gubernur berharap dukungan Pemda Pelalawan mengembangkan 5 varietas padi unggulnya, perbaikan irigasi, optimalisasi alsintan dan UPJA, penguatan kelembagaan petani mendukung koorporasi petani. 

Kepala BPTP Balitbangtan Riau Salwati menyampaikan dukungan pengembangan kawasan padi di Pulau Mendol. BPTP Balitbangtan Riau telah ikut berperan aktif dengan melepaskan lima varietas unggul dari Pelalawan yaitu Mendol, Cekau, Bono, Karya, dan Inpara Pelalawan. Selain itu, BPTP Balitbangtan Riau terus mendampingi budidaya padi di Pulau Mendol dan menyediakan benih penjenis kelima varietas tersebut untuk dikembangkan lebih luas lagi.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal