PanganNews.id Mempawah - Tikus merupakan salah satu OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) utama tanaman padi. Kerugian akibat serangan OPT ini bahkan dapat menyebabkan petani gagal panen. Oleh karena itu sebagai tindakan pencegahan menjelang Musim Tanam Gadu 2021 dilaksanakanlah gerakan pengendalian tikus seperti yang dilakukan di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah pada Selasa, 30 Maret 2021.
Kegiatan yang dilaksanakan di atas hamparan 400 Ha ini diikuti oleh puluhan petani dari 8 kelompok tani. “Ada banyak metode atau cara dalam mengendalikan tikus. Namun untuk pencegahan di awal musim tanam seperti ini yang cocok adalah dengan gropyokan serta fumigasi atau pengasapan”, ujar Diky, selaku petugas POPT yang memandu pelaksanaan kegiatan gerdal tersebut.
Diky menambahkan, kunci keberhasilan pengendalian tikus adalah kebersamaan para petani dalam melakukan pengendalian. “Pengendalian OPT memang bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing petani. Namun untuk hasil yang lebih efektif pengendalian dilakukan secara bersama-sama dengan petani lain dalam satu hamparan”, jelasnya.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh Tim Kostratani Kecamatan Jongkat ini dibuka oleh Agus Surapati selaku Kepala Desa Sungai Nipah. Dijelaskannya di awal acara bahwa pemerintah desa akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan di sektor pertanian. “Kami sangat mendukung adanya pengendalian tikus secara massal seperti hari ini. Karena kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh petani. Disamping saat ini kami memang sedang melaksanakan program-program nyata bagi petani seperti, perbaikan jalan usaha tani (JUT) yang sedang berjalan dan pendirian BUMDES. Semoga kegiatan ini dapat mengurangi serangan tikus sehingga padi kita aman sampai panen nanti”, ungkap Agus.
Untuk memotivasi semangat para petani dalam kegiatan tersebut pemerintah desa juga menyiapkan beberapa hadiah bagi petani yang dapat mengumpulkan tikus dengan jumlah terbanyak yang diserahkan di akhir kegiatan.
Di tempat terpisah Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Mohammad Takdir Mulyadi berharap agar para petani lebih pro aktif untuk melakukan pengamatan OPT yang ada di lokasinya masing-masing dan mengajak petani lainnya untuk melakukan pengendalian secara bersama-sama. “Segala upaya dalam pengamanan produksi pangan dan peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan jajaran pertanian di daerah untuk memastikan produksi pangan dan produktivitas pertanian tetap berjalan meski di tengah wabah Covid 19. Dan para petugas POPT yang tersebar di tiap kecamatan siap mengawal dan mendampingi para petani dalam mengamankan produksinya”, jelas Takdir.
Dirjen Tanaman Pangan Suwandi turut mengapresiasi kegiatan gerdal tersebut. ”Sesuai harapan Bapak Menteri Pertanian, seluruh jajaran Kementerian Pertanian dari pusat sampai daerah untuk terus bersama-sama dengan petani berupaya maksimal mengamankan produksi pangan dari serangan OPT dengan menggunakan cara-cara yang aman, cerdas, efektif, dan efisien”, sebut Suwandi.
(Kontributor : Muharna)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.