Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Sudah Terapkan eRDKK, Bulukumba Jamin Tak Ada Kelangkaan Pupuk

Bagikan
Foto : eRDKK Menjadi Acuan Untuk Pendistribusian Pupuk Subsidi.
Foto : eRDKK Menjadi Acuan Untuk Pendistribusian Pupuk Subsidi.

PanganNews.id Jakarta - Keberadaan pupuk bersubsidi di Kabuaten Bulukumba dijamin tidak langka. Pasalnya, Bulukumba telah menerapkan sistem penginputan melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK), yang menjadi acuan untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

Hal tersebut diketahui saat Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf, beraudiensi dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keterlibatan pemerintah dibutuhkan untuk memastikan pupuk bersubsidi terdistribusi dengan baik," katanya, Jumát (4/6/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menambahkan jika eRDKK menjadi acuan untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi.

"Dengan jumlah yang terbatas, pupuk bersubsidi kita distribusikan secara tertutup dengan mengacu pada eRDKK. Dengan cara ini, penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih efektif," terangnya.

Ali menambahkan, Kementan akan selalu memperbaiki data penerima pupuk bersubsidi agar semakin valid.

Sementara Direktur Pupuk dan Pestisida, Muhammad Hatta, mengatakan penerima pupuk bersubsidi sendiri telah diatur dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020.

"Dalam Permentan, disebutkan jika penerima pupuk bersubsidi adalah petani memiliki KTP, memiliki lahan maksimal 2 hektare, bergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun eRDKK," katanya.   

Sedangkan Bupati Muchtar Ali Yusuf, atau Andi Utta, menjamin untuk tidak terjadinya kelangkaan pupuk yang banyak dikeluhkan petani dari tahun ke tahun. 

"Bulukumba sudah menerapan sistem penginputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) berbasis elektronik. Alhamdulillah Pak Mentan menaruh perhatian ke Bulukumba dan kami sangat di-support,” katanya.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal