Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Petani Milenial Kembangkan Pangan Sehat Lokal

Bagikan
Foto : Olahan Mie Ayam Ubi. Sumber Foto : Cookpad.com
Foto : Olahan Mie Ayam Ubi. Sumber Foto : Cookpad.com

PanganNews.id Jakarta - Emila Zubir, Pranata Humas Ahli Madya

Kehadiran generasi milenial di sektor pertanian sangat dibutuhkan. Karena, petani milenial bisa menghadirkan inovasi dan terobosan yang dibutuhkan pertanian.  

Strategi yang diterapkan petani milenial Bangkit Ari Wijaya, bisa menjadi contoh. Pria 28 tahun asal Semarang yang menetap di Jakarta ini, mengembangkan usaha mie ayam  yang diberi Inamie (Indonesia Bakmie). Yang membuat beda, mie yang dibikin Bangkit Ari berasal dari pangan lokal yaitu ubi jalar. 

Makanan Sehat hasil Inovasi Industri

Kekayaan pertama adalah kesehatan. Percayakah Anda dengan kalimat tersebut? Kesehatan merupakan sebuah anugerah terbesar yang patut kita syukuri. Terlebih di situasi seperti sekarang, dimana imunitas tubuh harus terjaga agar kita dapat terhindar dari berbagai macam virus. 

Imun tubuh bisa didapatkan melalui pola hidup yang kita jalani sehari-hari mulai dari jam tidur, olahraga rutin, dan juga makanan yang kita makan. 

Saat ini gaya hidup sehat sedang menjadi tren di kalangan masyarakat kota. Banyak dari mereka yang sudah mulai sadar tentang pentingnya mengkonsumsi makanan sehat dibanding makan-makanan cepat saji. 

Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha, terutama bagi yang memang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, pastinya usaha makanan sehat ini juga dapat membantu mendapatkan penghasilan lebih. 

Tidak perlu ragu untuk memulai Peluang usaha makanan sehat

Selain untuk menjaga kesehatan, memulai sebuah usaha merupakan upaya kontribusi aktif dalam membangun perekonomian dengan menggerakan berbagai sektor, diantaranya sektor pertanian, rantai pasok distribusi dan industri olahan pangan. 

Dengan berkontribusi aktif, akan membangun daya saing dengan menciptakan nilai tambah pada hasil pertanian untuk menjadi bagian solusi dari ketahanan serta keberlanjutan pangan secara nasional dan global. 

Memulai sebuah usaha juga berarti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dari hulu ke hilir dan menciptakan pemberdayaan UMKM yang pada akhirnya akan membangun kemandirian dan kedaulatan perekonomian desa.

Kemandirian dan kedaulatan perekonomian desa bisa diterapkan dengan yang diistilahkan memadukan inovasi industri 4.0 dan membangun konsep masyarakat 5.0. 

Cara memadukannya dengan membangun komunitas digital melalui peningkatan capacity building yang berupa pembinaan SDM dan kapasitasnya, membangun infrastruktur TIK berupa prasarana fisik konektivitas, menyediakan layanan daring semisal marketplace, eCommerce, eGov, menyediakan sumber pendanaan untuk kegiatan digital seperi UMKM online, koperasi go digital, bumdes sinergi kolaborasi lokal. 

Double Income Mie Ayam berbahan Ubi

Diversifikasi pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Untuk mendukung percepatan diversifikasi konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu usaha yang bisa menjadi contoh adalah usaha petani milenial Bangkit Ari Wijaya yang bergerak di bidang kuliner dengan produk mie berbahan baku ubi sehingga lebih sehat, organik, lezat, halal, dan dapat bersaing di pasaran. 

Untuk meningkatkan pemakaian ubi, diolah menjadi bakmie. Jika semakin banyak orang yang mengkonsumsi produk produk hilir dari ubi maka pemakaian ubi juga akan meningkat akan berbanding lurus dengan pendapatan petani. 

Jika dalam satu keluarga, si bapaknya bekerja bertani ubi,dan si ibunya ber jualan bakmie, dari situ akan tercipta double income dalam satu rumah tangga keluarga, Dalam satu rumah tangga akan ada peningkatan pendapatan dan kualitas hidup lebih baik

Pemuda asal Semarang ini sangat jeli melihat pangan olahan menjadi bagian dari usahanya. Produk hilirisasi berbahan ubi jalar, dirasa mampu bertahan meski ditengah pandemi. 

Olahan yang dibuat Bangkit ternyata hasilnya bagus, enak dan disukai masyarakat. Dari situ, ia dapat merekrut karyawan yang terkena PHK akibat dampak dari pandemi, untuk mengembangkan mie ayam yang bahannya dari ubi jalar. Bangkit sudah mebuat ubi jalar jadi naik kelas.

Pertanian ubi jalar sangat potensial bila dikembangkan menjadi diversifikasi pangan lokal. Keberadaan beta karoten sebagai provitamin A, antosianin dan fenol sebagai antioksidan, serat pangan, dan indeks glikemiknya yang relatif rendah juga merupakan nilai tambah ubijalar sebagai pangan fungsional. 

Namun pemanfaatannya masih terbatas pada makanan tradisional sehingga citranya seringkali dianggap rendah (inferior). 

Bangkit beralih melakukan pengembangan usaha taninya ke ubi jalar yang berada di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Produk olahan pangan dari ubi jalar berupa mie bernama Inamie, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi pemakaian ubi jalar dan menciptakan market market baru. 

Semakin banyak mengkonsumsi mie ubi maka jumlah pemakian dan permintaan akan ubi maka petani akan lebih produktif dan akan mendapatkan income yang lebih dari standar. 

Untuk sistem penjualan dan pemasaran, Inamie (indonesia Bakmie) dikelola dalam bentuk paket gerobak. Penjual adalah mitra UMKM yang dibekali dengan traning services excelent dan managemnet bisnis terlebih dahulu sebelumnya. 

Untuk gerobaknya sendiri dilengkapi dengan sistem digitalisasi hingga memungkinkan gerobak tersebut menyediakan product services digital seperti Payment Point Online Bank, Drop shiip point, Payment Digital QRIS , Address ID. 

Optimalisasi gerobak dilakukan secara digital, guna menciptakan multiple steaming of income si penjual mie yang notabennya adalah UMKM (usaha micro kecil menengah). 

Juga keberadaan gerobak-gerobak di desa yang dilengkapi dengan digitalisasi dapat menciptakan pusat pusat ekonomi baru, terjadinya inklusi jasa keuangan secara micro, distribusi product dan transaksi jual beli di tiap titik titik gerobak akan mengerakan ekonomi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kearah lebih positif. Mitra anggota UMKM kebanyakan didapat dari hasil data resistrasi anggota keluarga mitra petani ubinya.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal