"Bukan Untuk IKN Saja" Sulawesi Tengah Ekspor Jagung Ke Philipina

Pangannews.id

Rabu, 10 Agustus 2022 18:12 WIB

news
Foto : Sulawesi Tengah Ekspor Jagung Ke Philipina .

PanganNews.id Sulawesi Tengah – Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syharul Yasin Limpo (SYL) kerap menyatakan pentingnya menjaga ketersediaan pangan. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan data-data yang akurat terkait kondisi riil di lapangan agar pengambilan keputusan dan kebijakan dapat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, Nelson Metubun menjelaskan perkembangan potensi lahan tanaman jagung. Ujar Nelson, “untuk Saudara ketahui, areal dengan seluas 15.000 ha untuk jagung dan kedelai 20.000 ha sedang disiapkan saat ini. Sekitar 5.000 ha dari areal untuk jagung ini dulunya merupakan areal pertanaman padi produktif yang terkena dampak likuifaksi tahun 2018 ” papar Nelson.

Sebagai salah satu provinsi penyangga IKN, Sulawesi Tengah siap berkontribusi memberikan yang terbaik buat negeri dan siap sedia mendukung dari segala bidang, termasuk pangan. Produksi jagung pipilan kering Sulteng tahun ini diupayakan meningkat lebih lain supaya cakupan menjaga ketahanan pangan terpenuhi, dan jumlah ekspor meningkat. "Sebagai mana arah kebijakan Pemerintah Pusat, bahwa Sulteng masuk sebagai sebagai salah satu daerah kawasan pangan nusantara dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional," Jelas Nelson.

Demikian pula pesan dari Bapak Gubernur yang disampaikan oleh Nelson Metubun, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah. Provinsi Sulawesi Tengah juga memiliki Kawasan Pangan Nusantara yang terletak di Kabupaten Sigi, Parigi Muotong dan Poso, tutup Nelson. 

Sejalan dengan Nelson, Ibu Nasikah selaku kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas Pertanian Kabupaten Sigi juga menyampaikan “kebutuhan jagung hibrida di sini masih sangat tinggi karena petani setempat selain memiliki areal pertanaman jagung juga memiliki peternakan ayam, hal ini cukup memguntungkan bagi petani sendiri, karena jagung yang dihasilkan dimanfaatkan petani untuk ternak ayamnya”.Ucap Nasikah 

Di lokasi yang sama Ketua Kelompok Tani Lamuseng di Kabupaten Sigi, Warman, membenarkan apa yang disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, kami di sini punya peternakan ayam, sementara pakannya sendiri hasil dari pertanaman jagung yang kami hasilkan.” Lanjut warman. Sedangkan untuk persiapan lahan sudah kami siapkan untuk ditanami kembali”. Senada dengan Nandar Ketua Kelompok Tani Sukses dari Kabupaten Donggala, “kami sekarang sedang proses panen dan hasilnya cukup bagus 6 ton/ha dan berharap dapat bantuan lagi”.

Diakhir pertemuan Kepala Dinas Pertanian, Nelson menambahkan sedikit khususnya kemajuan tanaman jagung di Kabupaten Tojo Una-Una, yang sudah menembus pasar ekspor dengan negara Pilipina, pada tahun 2020 telah mengekspor jagung sebanyak 6.000 ton pipilan kering tentu tidak terlepas dari peran para pihak. Seperti yang diharapkan pemerintah tepatnya Kementerian Pertanian meskipun Sulawesi Tengah tidak termasuk ke dalam Program Kawasan Ekspor. Ekspor ini terjadi karena harga pipilan kering lebih tinggi di Pilipina daripada harga dalam negeri dan wilayah Pilipina juga lebih dekat dari Tojo Una-Una dalam hal pengiriman. Tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi petani dan semua pihak.” Tutup Nelson.

Penulis : 

Hermis Yulindra, SP

PBT Ahli Muda

Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan


Kolom Komentar

You must login to comment...