PanganNews.id Jakarta - Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) merupakan organisasi profesi yang bergerak dalam bidang iklim, cuaca, air dan lingkungan pertanian, bersifat lintas disiplin berperan aktif untuk melakukan kajian-kajian untuk merespon isu-isu terkini yang terkait dengan profesi dalam bidang pengembangan dan pemanfaatan cuaca dan iklim di Indonesia.
Pada Kamis 11 Agustus 2022, pakar-pakar yang terlibat dalam organisasi PERHIMPI melakukan rembuk dan diskusi yang dibungkus dalam Focus Group Discussion Gerakan Pertanian Terpadu Tahan Iklim yang disingkat Genta Iklim. Bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, FGD yang dilakukan secara hybrid (luring dan daring) ini dihadiri oleh pengurus pusat dan cabang dari seluruh provinsi di Indonesia. Acara dibuka oleh Prof Dr Fadjry Djufry, Ketua Umum PERHIMPI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Dalam arahannya, Fadjry menyampaikan agar PERHIMPI Cabang bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam mereplikasi model Gerakan Pertanian Terpadu Tahan Iklim (Genta Iklim) serta perlunya peningkatan peran PERHIMPI dalam membantu penyusunan program strategis tersebut untuk memberi masukan kepada Menteri Pertanian.
Pemaparan model Genta Iklim disampaikan oleh Prof Yonny Koesmaryoni, Wakil Ketua Dewan Penasehat PERHIMPI yang juga guru besar di IPB University. Secara lebih spesifik Genta Iklim dalam implementasinya mengusung Sistem Integrasi Tanaman Ternak (SITT).
“SITT dapat mendorong ketahanan tanaman perubahan iklim melalui mekanisme penyangga pada proses biofisik tanah dan siklus nutrisi, peningkatan produktivitas tanaman, dan sosial ekonomi melalui diversifikasi mata pencaharian yang diharapkan berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat,”papar Yonny.
Sekretaris Jenderal PERHIMPI, Dr Haris Syahbuddin menambahkan bahwa harapan besar, melalui Gerakan Pertanian Terpadu Tahan Iklim (Genta Iklim) yang dilaksanakan secara massif, dapat dimanfaatkan dan direplikasi oleh semua pihak, baik pemerintah, kelompok usaha tani atau para penyuluh pertanian.
“Sehingga kita bersama-sama mampu menghadapi tantangan yang ada dan mampu mewujudkan pertanian di Indonesia yang tangguh, modern dan efisien,” pungkas Haris.
Sebelum pelaksanaan FGD, organisasi profesi yang sudah berdiri sejak tahun 1979 ini melakukan Kongres Luar Biasa yang bertujuan untuk memperbaharui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Adanya perkembangan dan perubahan lingkungan strategis baik kebijakan, program, teknologi dan informasi dll, maka PERHIMPI memandang perlu untuk melakukan perubahan AD/ART.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.