Kembangkan Sorgum di Riau, BPTP Riau Kembali Gelar Bimtek 

Pangannews.id

Selasa, 27 September 2022 19:46 WIB

news
Foto : Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sorgum Terstandar di Provinsi Riau. 

PanganNews.id Sungai Mandau 27/9 - Ketahanan pangan saat ini tidak sekedar prioritas tapi merupakan target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang diupayakan pemerintah. Pengembagan sorgum menjadi salah satunya, yaitu komoditas potensial dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menghadapi ancaman krisis pangan global akibat pandemi covid-19, melaksanakan program pertanian dibutuhkan kerjasama yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pertanian melalui BPTP Riau berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sorgum Terstandar di Provinsi Riau. 

Komitmen untuk melakukan pengembangan sorgum di Riau terus mendorong BPTP Riau melakukan upaya-upaya antara lain penanaman di lahan IP2TP dan lahan kantor sebagai percontohan, sosialisasi kepada masyarakat dan menggelar bimtek. Desa Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak menjadi tempat kedua pelaksanaan bimtek pada Selasa (27/9/2022) setelah Desa Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya beberapa waktu yang lalu. 

Acara Bimtek dihadiri oleh Kepala BPTP Riau (Dr. Shannora Yuliasari, STP., MP), Plt.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak yang diwakili oleh Kabid PSP (Sukaremi), Camat Sungai Mandau (Yudha Rajasa S.STP), Penghulu Kampung Muara Kelantan (Wan Alzukri S.Kom). Peserta bimtek berjumlah  oleh  50 yang terdiri dari petani, masyarakat, Koordinatoor BPP dan Penyuluh dari 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Mandau, Lubuk Dalam, Tualang, Minas, Kandis, Kerinci Kanan dan Koto Gasib dengan menghadirkan narasumber dari BPTP Riau. 

Menurut Shannora Yuliasari, sorgum saat ini menjadi salah satu komoditas alternatif dijadikan komoditas strategis nasional oleh pemerintah dalam menghadapi krisis pangan. Sorgum sangat berpotensi dikembangkan di Provinsi Riau karena persyaratan tumbuh sorgum juga sangat sesuai dengan kondisi lahan yang kering dan iklim di Provinsi Riau. BPTP Riau sejak awal tahun 2022 telah  melakukan kegiatan rintisan perbenihan sorgum untuk menginisiasi pengembangan sorgum di Provinsi Riau, namun ketersediaan benih sorgum yang masih terbatas menjadi kendala dalam pengembangan sorgum. Kegiatan rintisan perbenihan sorgum BPTP Riau telah  menghasilkan benih dan didistribusikan ke beberapa petani meskipun jumlahnya masih terbatas. Kepala BPTP Riau berharap benih sorgum yang diserahkan pada bimtek ini ditanam dan dipelihara sehingga menghasilkan benih untuk pengembangan sorgum di Riau. 

Wan Alzukri mengatakan keinginan dari petani Muara Kelantan untuk menanam sorgum masih terkendala oleh minimnya pengetahuan tentang budidaya sorgum. Adanya bimtek yang ditaja oleh BPTP Riau ini diharapkan dapat menambah pengetahuan petani yang kemudian menyebarluaskan pengetahuan yang diperolehnya ke tempat masing-masing, dengan demikian sorgum dapat berkembang di Kabupaten Siak. 

Yudha Rajasa mengatakan potensi lahan di Kecamatan Sungai Mandau untuk dikembangkan adalah 500 ha dimana saat ini banyak lahan-lahan tidur yang belum dikelola dengan maksimal.  Peluang pengembangan sorgum yang besar sebaiknya didukung adanya Grand Desain pengembangan sorgum yang mencakup industri hilir dan manajemen pascapanen. Beliau  mendukung penuh program pemerintah ini dan berharap sorgum sukses dikembangkan di Kabupaten Siak khususnya di Kecamatan Sungai Mandau. 

Sukaremi saat membuka acara bimtek ini menyampaikan dukungannya pada upaya pengembangan sorgum ini dan berharap  industri hilirnya juga harus diperhatikan sehingga sorgum dapat berkembang  dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi petani. 

Bimtek ini diisi dengan penyampaian materi di kelas tentang mengenal tanaman sorgum  dan teknis budidaya sorgum oleh Marsid Jahari SP. M.Agr dan teknologi pascapanen sorgum oleh Achmad Saiful Alim STP. M.Sc, diskusi panel dan praktek tanam sorgum bersama di lahan petani kampung muara kelantan


Kolom Komentar

You must login to comment...