Pangannews.id - Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota mesti saling berkolaborasi untuk membantu dan membangun perluasan lahan pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya, di Kutai Kartanegara.
Menanggapi itu, Ketua Gabekan Desa Sumber Sari Adi Purnomo merasa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah saling berkolaborasi.
Dibuktikan dengan pemberian bantuan yang telah diberikan selama ini.
"Kalau dari provinsi yaitu Pak Muhammad Samsun (Wakil Ketua DPRD Kaltim), ada bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), traktor, excavator dan juga pembangunan irigasi. Sedangkan dari pak bupati, sama juga. Berupa alsintan, irigasi, jalan usaha tani dan perbaikan-perbaikan lainnya," katanya, belum lama ini.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota benar-benar diperlukan. Harus ada saling membangun dan membantu perluasan di Desa Sumber Sari.
"Harapannya, ada kesinambungan dan berkelanjutan. Karena, sebagian jalan dan irigasi belum selesai terbangun. Semoga dalam periode 2023-2024, jalan usaha tani dan irigasi selesai," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun akan memastikan kebutuhan petani terpenuhi.
Salah satu caranya, dengan mendorong pemerintah provinsi untuk memperhatikan keperluan disektor pertanian.
"Kami pasti akan mendorong pemerintah provinsi untuk betul-betul memperhatikan keperluan petani. Baik itu terkait sarana prasarananya, pupuknya dan infrastruktur lainnya," terangnya.
Politikus PDI Perjuangan ini menyebutkan, hal paling penting yang sudah sepatutnya direalisasikan yaitu pembangunan irigasi di lahan pertanian dan jalan usaha tani.
"Kita harus terus kawal pembangunan irigasi dan jalan usaha tani ini. Kan gini, boleh kita bangun infrastruktur tetapi tetap mengacu pada sarana prasarana yang benar-benar mendukung program ketahanan pangan di Bumi Etam," tegasnya.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.