Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Dukung Kemajuan Pertanian, TNI di Belu Beri Ilmu Pembuatan Pupuk Bokasi kepada Petani

Bagikan
TNI di Belu Beri Ilmu Pembuatan Pupuk Bokasi kepada Petani (Foto : Dispenad)
TNI di Belu Beri Ilmu Pembuatan Pupuk Bokasi kepada Petani (Foto : Dispenad)

PanganNews.id Belu - Sejumlah upaya dilakukan TNI dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Diantaranya dengan melakukan penyuluhan tentang pembuatan Pupuk Bokashi.

Salah satunya yang dilakukan Serda Hironimus Kono, babinsa Umaklaran Koramil 1606-07/Wedomu, Kecamatan Taasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Hironimus Kono bersama kelompok tani setempat yang diprakarsai CIS Timor melakukan penyuluhan tentang pertanian iklim cerdas dah pelatihan pembuatan Pupuk Bokashi kepada masyarakat.

Hironimus mengaku sangat mendukung program tersebut. Sebab buatnya, kegiatan itu sangat penting bagi petani untuk menambah kemampuan dan pengetahuan tentang memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat meningkatan kapasitas pendapatan ekonomi rumah tangga khususnya bagi para petani di wilayah binaan,” katanya.

Sementara itu PPL Desa Umaklaran, Yeni Kana Kadja yang juga turut mendampingi dalam kegiatan itu mengatakan kegiatan pembuatan Pupuk Bokashi ini sangat positif sekali.

Sebab melalui kegiatan ini mengajarkan kepada kelompok tani untuk meningkatkan hasil pertanian dengan tetap menjaga kesuburan tanah dan menghemat anggaran atau biaya produksi.

“Bahan-bahan untuk pembuatan Pupuk Bokashi itu sendiri sangat mudah didapatkan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar kita yakni kotoran ternak, dedaunan, sekam dan lain lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Yeni juga menyebutkan bahwa dalam kegiatan ini dilakukan praktek pembuatan pestab atau pestisida nabati untuk mengendalikan hama penyakit tetapi menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan.

“Kita juga olah lahan membuat lubang untuk tanaman yang mana mengajarkan kepada petani untuk tidak perlu menyewa traktor karna jika menggunakan traktor untuk mengolah lahan secara keseluruhan maka akan merusak struktur tanah yang mana ke depan dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur,” terangnya.

Sementara itu, Field Officer dari CIS Timor untuk Desa Umaklaran Anato Moreira menjelaskan bahwa kegiatan pertanian cerdas iklim ini dilaksanakan selama 3 hari.

Diberikan pengetahuan tentang pertanian cerdas iklim kepada komunitas dengan capaian target agar komunitas bisa mengetahui pola pertanian cerdas iklim ini untuk bisa mereka kembangkan di kebun mereka masing masing.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal