PanganNews.id, Trenggalek - Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) selaku Unit Pelaksana Teknis dari BPPSDMP Kementan melakukan pengawalan dan pendampingan dalam kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang dilaksanakan pada Selasa 29 Maret 2023.
Mengusung tema “Pupuk Hayati Cair, Pupuk Organik dan Pestisida Nabati” dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tugu, dihadiri langsung oleh Direktur Polbangtan Malang yang diwakili oleh Staf Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang.
Giat tersebut dihadiri sedikitinya oleh 100 orang peserta yanb terdiri perwakilan kelompok 10 kelompok tani yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Didik Santoso menyampaikan bahwa pendapatan Kabupaten Trenggalek diisi oleh sektor pertanian sejumlah 60 persen.
Sehingga dengan kelangkaan pupuk kimia, Trenggalek menjadi salah satu kabupaten yang mendapat imbas tersebut.
“Dengan adanya sekolah lapang ini kami berharap mampu menjadi solusi dalam menghadapi masalah pupuk kimia ini. Pupuk organik, pupuh hayati dan pestisida nabati menjadi solusi yang sangat baik dikarenakan kita di arahkan untuk kembali menggunakan kearifan lokal, yang lebih ekonomis dan mudah didapatkan," kata Didik Santoso lewat portal resmi Kabupaten Trenggalek.
Didik menilai dengan antusiasme para petani yang sejumlah 100 orang itu mampu mendorong peningkatan produksi padi di Kabupaten Trenggalek pada masa mendatang.
Senada, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dinas menerangkan bahwa kegiatan SL Genta Organik di Jawa Timur ada di 5 Kabupaten salah satunya di Kabupaten Trenggalek.
Ia menyebut Kabupaten Trenggalek menunjukan progres yang sangat signifikan, karena sudah melakukan sosialisasi, rembug tani dan kali ini adalah materi terkait 'Pupuk Hayati, Pupuk Organik dan Pestisida Nabati'.
"Kami berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal dalam menerapkan pertanian yang tidak bergantung lagi terhadap pupuk kimia," paparnya.
Sementara Pemateri Yendri Junaidi, menerangkan bahwa kegiatan SL Genta Organik ini adalah bentuk kepedulian nyata dari pemerintah pusat dalam hal ini adalah Kementan.
“Kementerian Pertanian mendukung kegiatan pro organik ini dengan melibatkan semua sektor pertanian mulai dari Eselon 1, Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten.
Materi Sekolah Lapang Genta Organik kali ini merupakan materi yang sangat teknis dan aplikatif bagi bapak ibu petani yang mana materi terkait dengan “Pupuk Hayati, Pupuk Organik dan Pestisida Nabati," ungkap Yendri.
Pemateri kedua, Lisa Navitasari, menambahkan bahwa istilah pupuk hayati merujuk pada inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman.
Serta tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara.
“Pupuk hayati itu penting dalam kesehatan tanah sebab, mikroba yang dikandung pupuk hayati dianalogikan sebagai koki/juru masak di dalam tanah. Sebagai koki, mikroba tersebut menjalankan berbagai siklus hara di dalam tanah sehingga tanaman dapat menyerap hara lebih efisien dan keberlangsungan tanah sebagai media tumbuh tanaman dapat lestari,” imbuh Lisa.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.