Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bapanas Pastikan Stok Gula Pasir aman di Ramadan dan Idul Fitri

Bagikan
Ilustrasi gula pasir. Bapanas pastikan stok gula pasir aman jelang Ramadan (Pixabay)
Ilustrasi gula pasir. Bapanas pastikan stok gula pasir aman jelang Ramadan (Pixabay)

PanganNews.id, Jakarta -  Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) memastikan kedatangan Gula Kristal Putih (GKP) atau gula pasir mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan dan Idul Fitri.  
 
Hal itu disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi usai meninjau pembukaan palka kapal pengadaan GKP yang didatangkan Holding BUMN Pangan ID FOOD di Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, pada 1 April lalu. 

Arief menuturkan pengadaan gula dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya mengalami peningkatan permintaan  pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di tengah musim musim giling tebu yang baru dimulai sekitar Mei 2023. 

"Sehingga ketersediaan gula masih harus ditopang dari luar untuk menjaga harga di pasaran bisa tetap berjalan sesuai dengan Perbadan 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Produsen Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen (HAP) untuk Komoditas Gula Konsumsi sebesar Rp 13.500/kg," kata Arief dikutip dari Badanpangan.go.id Selasa 4 April 2023. 

Arief menambahkan, berdasarkan perhitungan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2023 dari kebutuhan nasional 3,4 juta ton, diperkirakan produksi nasional mencapai 2,6 juta ton, sementara masih terdapat carry over dari tahun 2022 sebesar 1,1 juta ton sehingga masih diperlukan pengadaan 900 ribu ton agar di akhir tahun masih terdapat stok 1,2 juta ton, dan kebutuhan gula pada momentum HBKN dapat terpenuhi dengan cukup. 

"Pengadaan dari luar ini hanya untuk mengamankan stok gula untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga khususnya saat Ramadan dan Idulfitri. Sesuai dengan kesepakatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri pada Januari lalu." ujar Arief. 

Langkah ini, lanjut Arief, juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Kementerian/Lembaga secara detail menghitung dan memastikan stok pangan untuk masyarakat.

Arief juga menekankan bahwa pengadaan harus memprioritaskan produksi dalam negeri. Sehingga, NFA juga meminta permohonan penugasan Menteri BUMN kepada ID FOOD untuk menyerap gula petani.

 Arief menyebut harga kesepakatan terakhir sebesar Rp 11.500/kg, namun ia mengatakan akan melakukan reviu bersama asosiasi petani tebu rakyat sebagai adjustment guna mendapatkan harga yang tepat. 

"Karena perintah Bapak Presiden Jokowi harga itu harus wajar di tingkat petani, penggiling, dan konsumen. BUMN sebagai offtaker dari produksi petani dan peternak," imbuhnya.

Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal