PanganNews.id, Kaltim - Hutan primer di wilayah pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) dipastikan tidak akan terganggu alias akan masih tetap dipertahankan.
"Hutan primer dipastikan akan tetap ada dalam pembangunan IKN. Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen akan hal tersebut," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, dikutip dari laman PPID.KLHK, Senin 17 April 2023.
Alue juga menyampaikan hal serupa saat menerima kunjungan kerja United States’ Congressional Delegation atau Delegasi Kongres Amerika Serikat (AS) di Kawasan IKN pada Jumat kemarin.
Ia menyebut, pemerintah pun melakukan rehabilitasi kawasan hutan yang terdegradasi, yang merupakan upaya besar untuk memulihkan hutan alam Indonesia.
Menurutnya, program rehabilitasi hutan dan lahan menjadi salah satu program prioritas KLHK, termasuk mangrove dan lahan gambut. Hal ini mencerminkan upaya peningkatan kualitas lingkungan di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur tempat IKN berada.
"Oleh karena itu, pengembangan IKN akan berjalan seiring dengan langkah-langkah pemulihan lingkungan," jelas Alue Dohong.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi potensi dampak yang mungkin terjadi dalam pembangunannya terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan cara analisis dampak lingkungan, kajian lingkungan hidup strategis dan juga membuat koridor satwa liar.
Selain itu, ia mengklaim bahwa spesies unggulan negara, yakni orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), tidak tersebar di kawasan inti IKN. Sehingga kediaman mereka tidak akan terganggu dengan adanya proyek tersebut.
"Terdapat tiga pusat rehabilitasi, yaitu BOSF Samboja, Jejak Pulang dan Pusat Suaka Margasatwa Arsari Itciku juga berada di zona terluar pengembangan IKN," papar dia.
Wamen Alue berharap bahwa kunjungan delegasi AS ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat tindakan kolaboratif Indonesia dan AS menuju planet yang berkelanjutan dan layak huni, untuk memberikan manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional dan global.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.