Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Simak Cara Sukses jadi ala Rizky Bayu, Peternak Milenial yang Kini Punya 1.500 Ekor Kambing

Bagikan
Peternak mileniak Rizky Bayu Pradana (IG/srrfarm)
Peternak mileniak Rizky Bayu Pradana (IG/srrfarm)

PanganNews.id, Bogor - Tidak banyak milenial yang memilih sektor pertanian sebagai jalan penghidupan.

Salah satunya Rizky Bayu Pradana, yang terjun di dunia peternakan pada 2018 setelah 10 tahun menekuni karir sebagai karyawan perbankan di DKI Jakarta.

Alasannya, Rizky Bayu gelisah setelah melihat rendahnya minat para pemuda berkecimpung di sektor pertanian.

Tapi ia melihat pangsa pasar produk peternakan yang begitu terbuka dan minim saingan usaha.

“Saya melihat situasi ini sebagai peluang dan memberanikan diri untuk full terjun di dunia peternakan,” kata Rizky Bayu Pradana, dikutip dari Chanel Youtube Kementan.

Pada 2018, Rizky Bayu memulai usaha dengan modal 50 ekor kambing.

Ia membangun usaha peternakan di Jalan ke Kampung Setu, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Usahanya kini dikenal dengan nama srrfarm yang merupakan akronim dari Sumber Rachmat Rizky Farm.

Saat ini, peternakan tersebut memiliki tak kurang dari 1.500 ekor kambing dan 14 ekor sapi.

Untuk mengurus usahanya Rizky Bayu merekrut 12 orang pemuda dari Desa sekitar menjadi karyawan.

Selain  membuka lapangan kerja, srrfarm juga memberi nilai tambah terhadap sektor pertanian masyarakat.

Nilai tambah tersebut antara lain untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, srrfarm menampung limbah tanaman jagung dari petani sekitar, dan juga memproduksi pupuk kandang untuk meningkatkan hasil pertanian warga sekitar.

Dalam satu bulan, tidak kurang peternakan milik Rizky Bayu Pradana memproduksi 1000 karung kotoran hewan untuk bahan pupuk.

“Jadi saling bersinergi, karena hasil pertanian yang mereka dapatkan juga akan kita rasakan,” cetusnya.

Memanfaatkan Peluang dan Bekal Ilmu Pengetahuan

Minimnya minat pelaku bisnis sektor pertanian menjadi salah satu alasan Bayu untuk secara penuh menggarap bisnis peternakan. Menurut Bayu, dari jumlah petani yang ada saat ini 80 persen tergolong petani ‘kolonial’ dalam arti berusia sudah sangat renta.

Artinya, hanya 20 persen anak muda atau kaum milenial terjun ke sektor pertanian.

“Nah dari 20 persen ini, kita bisa ukur berapa yang terjun di peternakan, tidak banyak,” katanya.

Di sisi lain, kebutuhan daging segar untuk wilayah Jabodetabek mencapai 1000 ekor perhari. Bayu mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging yang didominasi restoran dan warung sate tersebut, tidak bisa hanya menggantungkan petani berusia tua.

Jika peluang tersebut tidak diambil anak muda, kata dia, juga akan sangat disayangkan.

“Ini bisnis yang bukan musiman, pangsa pasarnya pasti,” imbuhnya.

Namun, pemanfaatan peluang tersebut, kata Bayu juga harus didukung dengan pengetahuan yang memadai. Soal pengetahuan ini, Bayu mengakui dapat hal itu sambil belajar usaha.

Tak aneg, di awal-awal menggeluti usaha ternak Bayu sempat merugi karena tingginya tingkat kematian hewan ternak yang mencapai 20 persen.

Ia kemudian mempelajari segala pengetahuan yang dibutuhkan sampai akhirnya berhasil menekan tingkat kematian di bawah 5 persen per tahun.

“Maka saya mengajak pemuda dan pelaku usaha pemula menjalankan bisnis ini dengan ilmu. Dengan ilmu bersama-sama kita kembangkan sektor peternakan kita,” katanya

Jika anak muda terjun ke sektor pertanian berbekal ilmu, sambung Bayu, Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris pasti sangat maju.

Bertani, kata Bayu harus dipandang sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Bisnis ini, kata dia, tidak akan pernah mati karena pangsa pasarnya merupakan kebutuhan pokok manusia.

“Karena itu kita harus hilangkan stigma bahwa bertani itu kotor, menjadi petani itu miskin,” imbuhnya.

Saat ini peternakan srrfarm membagi tiga divisi usaha, yakni fattening atau penggemukan, breding (pembibitan) dan juga branding.

Untuk pembibitan atau pengembangbiakan, srrfarm mengembangbiakan ras domba domper, domba texel, dan domba garut. Adapun untuk penggemukan, srrfarm menerima domba apa saja yang dipercayakan mitra usaha kepadanya. (Yan)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal