PanganNews.id, Roma - Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Qu Dongyu meminta anggotanya untuk siap siaga dalam menghadapi krisis ketahanan pangan Global.
Qu Dongyu menyebut, ada empat hal untuk mencapai konsensus yang memungkinkan tercapainya kemajuan dalam antisipasi krisis pangan yakni mencakup sisi produksi, nutrisi lingkungan hingga kehidupan yang lebih baik untuk semua.
“Tidak meninggalkan siapa pun, dan tetap berada di garis depan dalam upaya global untuk menanggapi krisis ketahanan pangan,” sebutnya dalam pernyataan resmi, Jakarta, Selasa 25 April 2023.
Hal itu disampaikan Dirjen Qu pada pembukaan Sidang Dewan FAO ke-172 yang berakhir pada Jumat (28/4). Sesi Dewan FAO ini adalah yang terakhir sebelum Sesi ke-43 Konferensi Tingkat Menteri pada 1-7 Juli, di mana para anggota akhirnya akan menyetujui Program Kerja dan Anggaran FAO untuk 2024-2025.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Qu menyoroti urgensi tujuan jangka panjang kolektif untuk mengubah sistem pertanian pangan global. Sehingga sistem pertanian menjadi lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Dirinya juga menekankan, bahwa FAO terus fokus dan perhatian kepada kondisi negara-negara yang tertinggal lebih jauh. Pihaknya juga mencatat, sebanyak 61 negara kini berpartisipasi dalam program andalan PBB, yakni Hand-in-Hand Initiative.
Program tersebut menyediakan pemodelan dan analitik geospasial mutakhir untuk mempercepat pasar.
“(Melalui) transformasi sistem pangan berbasis pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan, serta ketahanan populasi miskin dan rentan,” papar dia
Secara umum, FAO meyakini masih memiliki sumber daya yang memadai untuk memimpin upaya bersama mengatasi kerawanan pangan global sebagai agenda utama.
Dirinya juga menyerukan upaya pemulihan daya beli organisasi, di tengah tren inflasi yang telah mencapai kritis.
“Sementara kami terus berupaya mengidentifikasi penghematan secara efisien, setiap pengurangan lebih lanjut akan menghasilkan penyesuaian yang sesuai dengan kapasitas organisasi untuk memberikan dan memenuhi permintaan yang terus meningkat,” kata Qu.(egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.