PanganNews.id, Jakarta - Kementerian Perdagangan bakal melakukan antisipasi fenomena El Nino atau pemanasan suhu muka laut yang akan berdampak pada komoditas pangan.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag, Kasan menyebut fenomena El Nino ini akan mulai berdampak di Agustus tahun ini. Komoditas pangan, termasuk minyak goreng disinyalir bakal ikut terdampak fenomena itu.
Kasan mengungkapkan El Nino sendiri bakal berdampak ke produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) yang juga berpengaruh pada produksi minyak goreng. Tak hanya itu, Kasan melihat dampaknya juga melebar ke komoditas pangan lainnya.
"Dampaknya bukan hanya kepada salah satunya produk sawit, tapi juga ke produk yang lain, Termasuk juga pangan yang diproduksi di negara lain, kayak kedelai, gula dan sebagainya," ujar dikutip dari Merdeka.com.
"Tentu dampak dari el nino, yang kita antisipasi ada satu itu penurunan produksi, ini juga sudah terinfo dari Gapki (Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) bahwa ada sedikit penurunan (produksi)," sambung Kasan.
Menurut Kasan, akibat dampak El Nino itu juga akan berpengaruh pada harga pangan. Sebab, kata dia, pasokan pangan yang mengalami penurunan akan meningkatkan harga jualnya.
"Kedua, tentu dampak yang dari El Nino ini kelanjutannya adalah kepada antisipasi pergerakan harganya. Oleh karena itu kebijakan khusus di minyak goreng, yang tentu besaran yang sudah diputuskan baik rasio ekspor, maupun insentif untuk yang kemasan, itu juga menjadi bagian kita mengantisipasi untuk kebutuhan di dalam negeri," papar dia.
Sebab itu, Kemendag akan menggandeng Kementerian Pertanian hingga Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memantau pasokan pangan di dalam negeri secara berkala.
"Nah tentu Kita juga akan memonitor pergerakan pasokannya. Baik dari Kementan, Bapanas, dan juga Kemendag," tutup dia. (rm)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.