Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Inflasi Pangan di Inggris Meroket 15,7 Persen, Makanan Tertinggi

Bagikan
Caption : Sejumlah pembeli mengunjungi sebuah toko swalayan di Manchester, Inggris, pada 22 Maret 2023. (Xinhua/Jon Super)
Caption : Sejumlah pembeli mengunjungi sebuah toko swalayan di Manchester, Inggris, pada 22 Maret 2023. (Xinhua/Jon Super)

PanganNews.id, London - Konsorsium Ritel Inggris (British Retail Consortium/BRC) mencatat, iflasi pangan di Inggris meningkat menjadi 15,7 persen per April 2023. Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang hanya di angka 15,0 persen. Kategori makanan mencapai rektor tertinggi dari inflasi pangan tersebut. 

Chief Executive BRC Helen Dickinson  menyebut, inflasi makanan segar juga melonjak di bulan April ke level tertinggi sebesar 17,8 persen, naik dari 17,0 persen pada Maret. Harga makanan masih tetap tinggi di negara tersebut, mengingat tekanan biaya yang terus berlanjut di seluruh rantai pasokan. 

“Efek domino dari kenaikan biaya produksi dan pengemasan berarti bahwa makanan siap saji menjadi lebih mahal dan harga kopi juga naik karena mahalnya harga biji kopi, dan negara-negara produsen utama mengekspor dalam jumlah yang lebih sedikit,” kata dia, dikutip dari Xinhua, Rabu 3 Mei 2023

Menurut BRC, inflasi harga pangan di Inggris ini telah mencapai puncaknya. “Kita seharusnya mulai melihat harga makanan turun dalam beberapa bulan mendatang karena pemangkasan harga grosir dan tekanan biaya lainnya terus berlanjut,” papar dia.

Diketahui, Inggris didera inflasi tinggi selama lebih dari setahun. Kalangan rumah tangga di negara itu merasakan tekanan di tengah krisis biaya hidup yang memburuk. 

Aksi mogok kerja yang meluas di negara itu tercetus pada musim panas 2022 dan masih berlangsung di tengah perselisihan panjang mengenai gaji. (egi)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal