Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Nah Lho! Guru Besar UI Sebut Makanan Cepat Saji Produk Asing Bisa Lemahkan Pangan Nasional

Bagikan
Dekan FISIP UI sekaligus Guru Besar Antropologi, Prof. Semiarto Aji Purwanto
Dekan FISIP UI sekaligus Guru Besar Antropologi, Prof. Semiarto Aji Purwanto

Guru Besar UI Sebut Makanan Cepat Saji Produk Asing Bisa Lemahkan Pangan Nasional 

PanganNews.id, Depok - Dewan Guru Besar Universitas Indonesia mengadakan webinar policy brief dengan tema pembahasan “Quo Vadis Ketahanan Pangan, Gizi, dan Budaya Konsumsi?” secara daring pada Rabu 4 Mei 2023 lalu. 

Dekan FISIP UI sekaligus Guru Besar Antropologi, Professor Semiarto Aji Purwanto dalam paparnya  berjudul “Pangan dan Budaya Masyarakat Indonesia”,  mengatakan bahwa ketahanan pangan sebuah bangsa tidak terlepas dari pola makan dan budaya makan bangsa itu sendiri. 

Professor Aji menyayangkan kegemaran anak muda Indonesia yang menkonsumsi produk fast food atau makanan cepat saji produk asing berpotensi melemahkan ketahanan pangan Indonesia.

"Marena ketahanan pangan bukan hanya bicara produk pangan tetapi lebih luas bicara tentang ekosistem pangan dan pengadaan pangan. Lahan, petani, distribusi, ekonomi, dan tentu juga terkait dengan kesejahteraan masyarakat," papar dia dikutip dari ui.ac.id. 

Sehingga, kata dia, bicara ketahanan pangan adalah bicara tentang bagaimana mengubah pola pikir terhadap makanan produk lokal, agar menjadikan produk para petani Indonesia dan makanan tradisional menjadi produk yang diminati serta dicintai.

Melalui Badan Pangan Nasional, berbagai upaya dan imbauan telah dilakukan untuk mencapai ketahanan pangan nasional melalui perubahan budaya pangan dan konsumsi masyarakat. 

"Pertama adalah gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mengenal ragam jenis pangan lokal, mencoba, sampai memanfaatkannya sebagai pangan alternatif dan semakin mengetahui seperti apa pola konsumsi yang seimbang serta aman," papar dia. 

Kendati, Badan Pangan Nasional memastikan bahwa Indonesia memiliki cadangan pangan yang cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat, upaya menjaga stok pangan nasional jangka panjang tetap perlu digalakkan, salah satunya melalui perubahan budaya konsumsi masyarakat. 

Diketahui, Indonesia merupakan negara terbesar kedua di dunia dalam keragaman biodiversitas dengan 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran dan 110 jenis rempah dan bumbu.

Hal ini menunjukkan Indonesia memiliki banyak sumber pangan alternatif yang bisa dikonsumsi. Saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia sangat mengandalkan nasi sebagai sumber karbohidrat dan makanan cepat saji. (egi)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal