PanganNews.id, Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik lewat Dinas Pertanian melakukan penyuluhan tentang pembasmian hama tikus kepada petani padi di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampean, Selasa 9 Mei 2023 kemarin.
Penyuluhan pembasmi hama itu dilakukan agar para petani tidak memasang jebakan listrik yang mematikan dan membahyakan manusia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Ir Eko Anindito Putro mengatakan, penyuluhan pengendalian hama tikus ini menggunakan semprot dan elpiji 3 KG untuk membakar belerang di lubang tikus.
Menurut Eko, banyak cara untuk mengendalikan hama tikus. Di antaranya dengan cara gropyokan, josmikus, menggunakan predator burung hantu (rubuha), ular, nyambek dan musang.
"Lebih tepatnya pengendalian tikus menggunakan asap belerang dengan bantuan semprong dan elpiji 3 KG untuk membakar belerang di lubang tikus," kata Eko, dikutip dari surya.co.id.
Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik juga melakukan penyuluhan membuat racun tikus secara diremah, supaya bisa dicampur dengan minyak goreng bekas (jelantah), beras dan penyedap rasa.
"Hal itu agar menggoda tikus untuk memakan, karena penciumannya sangat tajam. Perlu diingat, semua bahan yang dicampur jangan tersentuh kulit manusia, karena tikusnya tidak akan mau memakan umpan, sehingga harus menggunakan plastik," katanya.
Selain itu, di Desa Gredek banyak burung hantu, Pemerintah Desa memberi dukungan, setiap tikus yang mati dan tertangkap dihargai Rp 3.000.
"Sebagai apresiasi, motivasi dan menghindari tikus yang telah memakan racun agar tidak dimakan burung hantu," imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Gredek, Abdul Ghofar mengatakan, pentingnya penyuluhan tentang pengendalian hama tikus bagi petani, sebab petani menjadi ujung tombak swasembada pangan nasional.
"Dengan penyuluhan tentang pengendalian hama tikus ini, diharapkan hama tikus bisa berkurang dan hasil pertanian padi bisa melimpah, sehingga stok beras bisa lebih banyak," tutup Ghofar. (egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.