PanganNews.id, Bantul- Kegiatan penghijauan pesisir wilayah Tirtohargo yang dilakukan oleh kelompok pencinta lingkungan dari Fakultas Ekonomi UPN, Fakultas Sosiologi UIN Sunan Kalijaga, SD Tumbuh, TNI-AL, Forkompimkap Kretek, dan KP2B Tirtohargo Kretek Bantul adalah upaya untuk edukasi dan mitigasi wilayah pesisir yang penting dalam menjaga lingkungan.
Melansir dari halaman krjogja.com, pesisir Tirtohargo merupakan muara sungai besar di wilayah timur Yogya yang rentan terhadap abrasi dan gelombang tinggi. Dengan menanam lebih banyak tanaman Mangrove, tingkat abrasi di bantaran sungai dan sultan ground dapat dikurangi.
Selain itu, tanaman Mangrove juga berperan dalam pengendalian kadar garam dalam angin yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Adapun, hutan Mangrove juga dapat menjadi destinasi edukasi wisata dan mendukung program pemerintah terkait ekonomi hijau. Fungsi ekonomi dari hutan Mangrove mencakup produksi pangan dan kayu.
Kegiatan ini juga merupakan praktik lapangan dalam mata kuliah Green Sociology di UIN Sunan Kalijaga. Sebanyak 100 bibit Mangrove ditanam di Dusun Baros Tirtohargo Kretek Bantul mulai pukul 07.00 hingga 15.00.
Setyo, sebagai perwakilan KP2B, menjelaskan bahwa pemilihan menanam Mangrove dilakukan karena hutan Mangrove memiliki kemampuan menyerap kotoran yang berasal dari sampah manusia dan kapal di laut. Selain itu, hutan Mangrove juga mampu menyerap logam berbahaya dan meningkatkan kualitas air.
Kegiatan ini diikuti oleh 77 peserta, termasuk dosen, guru, personel TNI AL, petugas dari Koramil dan Polsek Pleret, serta anggota KP2B. Semua pihak berkolaborasi untuk menjaga dan mengembangkan lingkungan pesisir secara berkelanjutan. (nick)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.