PanganNews.id, Majalengka - Puluhan mahasiswa Pertanian Institut Teknologi Bandung (ITB) program studi Rekayasa, mengunjungi PT Pabrik Gula Rajawali II di Jatitujuh, Majalengka.
24 Mahasiswa itu berkunjung untuk memberikan pemahaman langsung tentang industri gula di Indonesia.
Diketahui, PT Pabrik Gula Rajawali II merupakan salah satu perusahaan pangan Indonesia yang tergabung dalam Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), bagian dari BUMN ID FOOD.
Dosen Pembimbing, Dr. Mia Rosmiati, menjelaskan bahwa pemilihan pabrik gula sebagai objek kunjungan didasarkan pada pertimbangan bahwa gula adalah komoditas strategis yang dibutuhkan oleh semua pihak, baik dalam skala rumah tangga maupun industri.
Dr. Mia juga berharap kunjungan ini dapat memberikan pemahaman mengenai tantangan, peluang, dan pengelolaan industri gula di Indonesia.
"Kunjungan industri merupakan salah satu metode pembelajaran selain belajar di kelas, mahasiswa perlu mengetahui langsung ke lapangan,” ujar Dr. Mia dalam keterangannya, Minggu 28 Mei 2023.
Sementara Kepala Pusat Penelitian Agronomi (Puslitagro) PT Pabrik Gula Rajawali II, Ajat Sudrajat menginginkan melalui kunjungan itu para mahasiswa tertarik dan berminat mengembangkan keahlian mereka dalam bekerja di PT Pabrik Gula Rajawali II setelah menyelesaikan kuliah.
Mahasiswa-mahasiswa mendapatkan penjelasan secara teoritis mengenai budidaya tebu mulai dari bibit hingga panen. Bahkan, mereka diberikan pemahaman tentang perhitungan laba rugi perusahaan.
Narasumber dari Puslitagro, Arif Firmansyah menjelaskan bahwa efisiensi budidaya sangat berpengaruh terhadap besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan.
"Sejauh ini, budidaya tanaman tebu lebih menguntungkan ketimbang tanaman lainnya," jelas Arif.
Sementara itu, General Manager PT PG Rajawali II, M. Wisri Mustofa, dan timnya memaparkan bahwa pihaknya memiliki lahan seluas 12 ribu hektare.
"10 ribu hektare untuk tebu dengan 100 persen menggunakan skema kemitraan tani bersama masyarakat," ungkap Mustofa.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.