Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pria Ini Dongkrak Popularitas Kopi Jawa Timur Lewat Novel

Bagikan
M. Samsul Arifin bersama Syarif Imam Hidayat memperlihatkan Novel 'Kopi Ayundari: Menemukan Cinta di Bumi Perkebunan'. (kominfo.jatimprov.go.id)
M. Samsul Arifin bersama Syarif Imam Hidayat memperlihatkan Novel 'Kopi Ayundari: Menemukan Cinta di Bumi Perkebunan'. (kominfo.jatimprov.go.id)

PanganNews.id, Surabaya - Beragam cara dilakukan untuk mendongkrak popularitas hingga promosi bermacam komoditi, termasuk kopi.

Nah, lewat Novel 'Kopi Ayundari: Menemukan Cinta di Bumi Perkebunan', seorang penulis Samsul Arifin mengisahkan perjalanan romantika di dalam dunia perkebunan kopi di Jawa Timur.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur itu terpanggil untuk mendongkrak dan mempromosikan hinga meningkatkan popularitas kopi Jatim dengan meluncurkan merek Kopi Ayundari.

Merek ini didedikasikan untuk menghadirkan keberagaman varietas kopi dari berbagai wilayah yang ada di Jawa Timur.

Samsul menjelaskan bahwa sebelumnya kopi sering kali diidentikkan dengan daerah tertentu, seperti Kopi Dampit, Kopi Ijen, atau Kopi Banyuwangi.

Namun, dengan Kopi Ayundari, Samsul Arifin ingin mengangkat identitas kopi Jatim secara keseluruhan, mengingat potensi varietas kopi yang berlimpah di daerah.

Salah satu varietas kopi yang diunggulkan adalah Arabika yang dianggap aman bagi penderita penyakit asam lambung karena keasamannya yang rendah.

"Kita telah melakukan pengujian dan menyimpulkan bahwa tingkat keasaman kopi Arabika ini relatif rendah," kata M. Samsul Arifin, Senin 29 Mei 2023.

Menurutnya, Kopi Ayundari menjadi pilihan yang menarik bagi pecinta kopi yang sensitif terhadap asam lambung.

"Selain memperkenalkan varietas kopi yang beragam, Kopi Ayundari juga memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat sekitar kawasan perkebunan kopi," jelas Samsul Arifin.

Masih kata Samsul, proses pembelian kopi ini mirip dengan bersedekah. Semua keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat yang kurang mampu, terutama mereka yang tinggal di sekitar perkebunan kopi.

"Hal ini menunjukkan komitmen kami dan tim untuk memberikan dampak positif bagi komunitas setempat," imbuhnya.

Samsul menyadari bahwa Jawa Timur memiliki potensi kopi dengan rasa dan kualitas yang diakui oleh pencinta kopi dari berbagai negara. Namun, masih ada tantangan dalam memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal.

Banyak petani kopi yang belum merasakan manfaat dari kekayaan kopi Jatim.

"Oleh karena itu, saya merasa terpanggil untuk memperbaiki situasi ini dan mengembangkan kopi Jatim dengan kualitas yang konsisten. Berharap petani selalu mendapatkan keuntungan yang pantas dari usaha mereka," harap Samsul.

Sementara Seorang Guru Besar Fakultas Pertanian UPN Surabaya Syarif Imam Hidayat, menyatakan bahwa kopi asal Jawa Timur memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kopi-kopi dari luar negeri.

Namun, untuk bersaing dengan produk-produk kopi dari luar, kunci utamanya adalah menjaga konsistensi baik dari segi kualitas produk maupun rasa. Masalah utama yang dihadapi kopi," pungkas Syarif.

Penulis: Ajat Nicko
Editor : Ryan Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal