PanganNews.id, Surabaya - Perhutani Divisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) memberikan apresiasi kepada PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI atas komitmen kerjasama dalam penanaman tebu.
Dalam apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan monumen tebu replika yang terbuat dari batu Onyx seberat 31 kilogram di Kantor PTPN XI Surabaya pada tanggal 5 Juni kemarin.
Monumen tebu tersebut diserahkan oleh Kepala Departemen PSDH dan Produksi Divre Jatim, Nanang Sugiharto, kepada Senior Executive Vice President Operation PTPN XI, Agus Setiono.
Nanang Sugiharto, mewakili Kepala Divisi Regional Jawa Timur, menyampaikan terima kasih atas komitmen PTPN XI dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah disepakati dalam kerjasama penanaman tebu sejak tahun 2017.
Dalam periode 2017-2022, PTPN XI telah menyelesaikan kewajibannya sebesar Rp. 10,8 Miliar yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu Dana Pembangunan Hutan (DPH) sebesar Rp. 5,06 Miliar, Dana Keamanan yang bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebesar Rp. 2,68 Miliar, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 3,06 Miliar," kata Nanang Sugiharto, Senin 5 Juni 2023.
Nanang Sugiharto berharap kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak, terutama dalam mendukung pemerintah dalam mencukupi kebutuhan gula nasional sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu Agus Setiono, Senior Executive Vice President Operation PTPN XI, mengungkapkan terima kasih kepada Perhutani atas penyediaan lahan kawasan hutan yang dapat digunakan untuk penanaman tebu. Hingga saat ini, dari rencana luas lahan 1.300 hektar yang diperlukan, telah direalisasikan 609 hektar.
Menurut Agus, dukungan lahan ini penting bagi PTPN XI dalam mendukung swasembada gula nasional.
Kerjasama ini didasarkan pada Peraturan Menteri LHK No. P.81 tahun 2016 tentang Kerjasama Penggunaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan, dan berjalan dengan baik. Kendala yang dihadapi termasuk kebutuhan akan infrastruktur yang memadai dan mekanisasi, serta masalah sosial yang timbul.
Penulis : A. Nicko
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.