PanganNews.id, Babel - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bidang Ketahanan Pangan menggelar Rapat Penyusunan Neraca Pangan Wilayah,
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Edi Romdhoni mengatakan pangan pokok selalu menjadi isu strategis yang terus menjadi pokok pembahasan termasuk daerah kepulauan seperti Babel.
Ia mencatat, ada sebanyak 70 hingga 80 persen kebutuhan kebutuhan pangan di daerah ini masih dipasok dari luar daerah Provinsi Babel.
“Jadi belum sampai lima puluh persen kekuatan kita,” kata Edi, Jumat 16 Juni 2023.
Oleh karena itu, kemampuan kekuatan pangan di Babel mesti dipetakan. Selain itu ia juga minta pihak terkait untuk memperkuat kerjasama dengan distributor bahan pangan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan pada kondisi tertentu.
“Tapi angka ini harus kita berikan. Walaupun deviasinya itu berapa persen sih ketepatannya. Jangan jauh-jauh amat. Jangan kira-kira. Ini minta tolong hari ini kita ikut mikir semuanya supaya angka yang kita sajikan ini betul,” ujar Edi.
“Jadi 13 komoditi padi, jagung kedelai kemudian sampai gula segala macam, nah itu perlu kita sajikan data yang akurat itu,” sambungnya.
Bahkan, kata Edi, pemerintah berupaya Provinsi Babel ingin berupaya menjadikan sumber pangan utama di wilayahnya dipasok oleh para petani mereka sendiri di wilayah Babel.
Tak Hanya itu, mereka juga berupaya menjaga inflasi di daerahnya dengan cara mengecek ketersediaan pangan secara berkala di sejumlah wilayah.
“Mungkin kalau perlu laporannya memang mingguan atau mungkin bahkan harian seperti itu. Jadi sehingga setiap saat, setiap Senin kita ada rapat inflasi, pengendalian inflasi. Semua terkait dengan bagaimana kondisi di daerah kita,” tandasnya.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.