PanganNews.id, Bogor - Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi stunting, salah satunya adalah melalui penanaman sayur mayur dan tanaman obat.
Warga Kampung Lebak Pilar dan aparatur wilayah Kelurahan Sempur telah membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) sejak tahun lalu untuk menggencarkan penanaman ini.
Kampung Lebak Pilar, yang terletak di RW 2 dan RW 3 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, memiliki keindahan alam di tengah pemukiman padat penduduk. Warga sekitar juga turut menanam berbagai tumbuhan hias dan sayur mayur di depan rumah mereka.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan bahwa kawasan Kampung Lebak Pilar terlihat bersih, indah, dan warganya sangat kompak dalam menata dan menjaga kebersihannya. Pada kunjungannya, ia mengecek penataan dan kebersihan di kampung tersebut.
Di dalam KWT seluas sekitar 60 meter persegi, terdapat berbagai tanaman sayur, tanaman obat, peternakan, produk ecobrick, daur ulang sampah plastik, dan daur ulang sampah organik sebagai komposter. Selain itu, dilakukan juga pengolahan makanan dan minuman dari bahan-bahan yang ada di dalam KWT," ucap Kang Bima sapaan akrabnya, Senin 26 Juni 2023.
Meskipun lahan terbatas di kawasan Lebak Pilar menurut Kang Bima, warga dan pemerintah setempat tetap aktif dalam berkreasi dan menata kawasan pemukiman agar tetap bersih, asri, dan hijau.
Di lokasi yang sama Lurah Sempur, Dicky Pratama, mengungkapkan bahwa warga di Kelurahan Sempur selalu aktif dalam berbagai kegiatan penataan wilayah. Oleh karena itu, Kelurahan Sempur telah ditunjuk untuk mengikuti lomba Bogor Hejo, yang merupakan lomba untuk penataan wilayah yang ramah lingkungan.
Saat ini, warga di setiap rumah di wilayah Lebak Pilar sudah memilah sampah dari rumah, sehingga sampah organik yang dikumpulkan dapat diolah menjadi komposter pupuk cair yang digunakan untuk menyuburkan tanaman di KWT. Tanaman yang ditanam juga digunakan untuk mengatasi stunting dengan membagikan sayur mayur dan hasil perikanan kepada masyarakat," papar Dicky.
Ketua PKK Kelurahan Sempur, Yeni Dicky Pratama, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan lomba Bogor Hejo terdapat berbagai indikator yang harus dipenuhi. Lomba ini menjadi momentum untuk penataan wilayah dan pemberdayaan perempuan serta masyarakat dalam menata wilayah mereka.
Kehadiran KWT sangat bermanfaat dalam membantu pengentasan stunting dan menjadi contoh dalam pemenuhan gizi masyarakat secara terjangkau, yang juga mencegah potensi stunting baru.
KWT fokus pada pemberian gizi kepada masyarakat dengan menyediakan sayur mayur, tanaman obat, dan perikanan. Selain itu, KWT juga memiliki Rumah Sehat sebagai contoh bagi rumah di sekitarnya, yang melibatkan pengelola," tukas dia.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.