PanganNews.id, Hanoi - Sejumlah petani di pinggiran Hanoi menanam padi pada malam hari guna menghindari gelombang panas.
Hal itu merupakan respons terhadap peningkatan suhu yang terjadi secara bertahap di negara Vietnam.
Le Van Ha, salah seorang petani, menyebutkan bahwa suhu di daerah tersebut naik satu atau dua derajat Celsius setiap tahun. Ia mengaitkan kenaikan suhu ekstrem dengan penebangan pohon di daerah tersebut.
Peningkatan suhu yang signifikan di Vietnam menjadi perhatian serius karena dapat berdampak negatif pada sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat," kata Le Van Ha.
Le Van Ha menjelaskan, Gelombang panas yang terjadi di siang hari dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan mengancam keberlangsungan produksi padi.
Le Van Ha juga menyebutkan bahwa ia bangun pada pukul 2 pagi untuk menghindari panas matahari yang menyengat.
Meskipun menanam padi di malam hari dapat mempengaruhi produktivitas, petani tersebut menganggapnya sebagai solusi yang efektif untuk tetap bekerja dalam waktu yang lebih lama tanpa harus terpapar panas yang berbahaya," tuturnya.
Pada tahun sebelumnya, Vietnam mencatat suhu tertinggi sebesar 43,4 derajat Celsius (110 Fahrenheit) di Provinsi Ha Tinh di Vietnam tengah. Hal ini menunjukkan bahwa suhu ekstrem dapat terjadi di negara tersebut, dan tindakan para petani untuk menghindari panas matahari merupakan langkah yang dipilih untuk melindungi tanaman dan diri mereka sendiri.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.