PanganNews.id, Bogor - Kenaikan harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Bogor setelah Idul Adha menyebabkan penurunan daya beli masyarakat secara signifikan.
Pedagang ayam mengeluhkan kehilangan pembeli karena harga ayam yang masih tinggi. Harga daging ayam saat ini mencapai Rp55 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp38 ribu per kilogram.
Pedagang ayam bernama Ugo menyatakan bahwa setelah Idul Adha, harga ayam belum turun dan hal ini menyebabkan jumlah pembeli ayam potong yang dijualnya mengalami penurunan sekitar 30-40 persen.
"Daya beli masyarakat menurun secara drastis sehingga pembeli hanya membeli setengah kilogram ayam, dibandingkan biasanya yang membeli satu kilogram," kata Ugo, di pasar Anyar, kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu 5 Juli 2023.
Pedagang daging ayam lain bernama Febri juga mengalami peningkatan harga daging ayam sejak Idul Adha.
Harganya naik dari Rp38 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram dan fluktuatif. Kenaikan harga yang tidak stabil membuat omzet pedagang tersebut menurun.
"Konsumen banyak mengeluhkan kenaikan harga ayam, sehingga omset turun sekitar 50 persen," papar Febri.
Pedagang-pedagang tersebut berharap harga ayam dapat diturunkan agar dapat stabil dan tidak fluktuatif karena hal ini juga berdampak pada penjualan di pasar.
Mereka menginginkan agar harga ayam dapat cepat kembali normal untuk memulihkan daya beli masyarakat dan memperbaiki omzet mereka.
Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.