Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Antispasi El Nino, Purwakarta Optimalkan 33 Embung Sumber Daya Air demi Pertahankan Produksi Beras

Bagikan
Ilustrasi antisipasi dampak El Nino supaya tidak pengaruhi produksi padi pertanian. (pixabay)
Ilustrasi antisipasi dampak El Nino supaya tidak pengaruhi produksi padi pertanian. (pixabay)

PanganNews.id, Purwakarta - Dibayangi fenomena El Nino, nyatanya Kabupaten Purwakarta sukses produksi beras ratusan ribu ton pada semester pertama tahun 2023.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencatat hingga semester pertama tahun 2023, total kapasitas produksi padi Kabupaten Purwakarta sudah mencapai 157.454 ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah itu sekitar 64 persen dari target yang ditetapkan, yakni 242.514 ton GKG.

Kepala Dispangtan Purwakarta, Sri Jaya Midan mengatakan, meski dibayang-bayangi dengan fenomena El Nino yang akan memperparah musim kemarau, pihaknya sangat optimis target produksi beras akan bisa tercapai.

"Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai target tersebut. Kita akan terus memperkuat kerjasama dengan para petani. Semua potensi yang kami miliki akan kami kerahkan agar produksi beras tahun ini bisa tercapai," ujar Midan.

Midan mengatakan, untuk menghadapi musim kemarau, semua infrastruktur sumber daya air akan dioptimalkan untuk menyuplai ketersediaan air bagi sektor pertanian.

"Sesuai arahan Ibu Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, menghadapi musim tanam saat musik kemarau kita akan mengoptimalkan berbagai infratsruktur sumber daya air seperti embung. waduk, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya," kata Midan.

Khusus untuk infrastruktur embung, kabupaten penghasil manggis terbaik nasional itu memilki sebanyak 33 embung.

Embung-embung itu tersebar di 30 desa di sepuluh kecamatan meliputi Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, Plered, Maniis, Pasawahan, Cibatu dan Kecamatan Campaka.

Menurut Midan. setiap embung mampu menyimpan cadangan air minimal 500 meter kubik. Cadangan air setiap satu embung  itu mampu membantu pengairan sawah sedikitnya 20 hektar.

"Dengan total 33 embung, maka sedikitnya 660 hektar sawah yang rawan kesulitan air bisa dibantu pengairannya," kata Midan.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan.

Embung akan menyimpan air di musim hujan, kemudian airnya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau atau saat kekurangan air.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, kapasitas produksi beras yang sangat besar dalam rentang semester pertama tahun ini merupakan pencapaian yang sangat baik. 

Dengan pencapaian itu, kata dia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang muaranya adalah ketahanan pangan nasional.

"Pencapaian itu juga sekaligus mengamankan stok atau ketersediaan pangan bagi masyarakat. Saat ini, ketersediaan pangan daerah Purwakarta sangat aman, bahkan mengalami surplus beras," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Terhadap proses pencapaian itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika memberikan apresiasi terhadap kalangan petani dan jajaran Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta.

"Kapastias produksi beras yang tinggi itu bisa terjadi karena adanya sinergi dan kerja keras pemerintah dan masyarakat, khususnya dengan kalangan petani di pedesaan, Kerja keras mereka sangat luar biasa dan penuh optimisme," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Bupati perempuan pertama Purwakarta tersebut juga optimis target produksi beras tahun ini akan bisa dicapai, mengingat Purwakarta akan menghadapi panen raya untuk musim tanam gadu atau awal musim kering (musim kemarau) tahun ini.

Penulis: R Muttaqien
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal