PanganNews.id, Purworejo - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengajak para petani untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang mengakibatkan ancaman pada ketahanan pangan lewat program Sekolah Lapang Iklim (SLI).
Lewat program tersebut, BMKG menyelenggarakan kegiatan interaktif dengan metode Belajar Sambil Praktik (Learning by doing) untuk menyebarkan informasi iklim yang penting dalam mendukung kegiatan pertanian di Indonesia.
"Perubahan iklim telah berdampak signifikan pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pemahaman dan edukasi berkelanjutan akan kondisi iklim dan pola perubahan cuaca menjadi sangat penting bagi petani agar dapat mengambil langkah-langkah adaptasi yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Senin 31 Juli 2023.
Pada metode Learning by doing, BMKG mengajak para petani sebagai peserta untuk langsung terlibat dalam proses pembelajaran melalui kegiatan praktik di lapangan.
"Sehingga mereka (para petani) dapat memahami dengan lebih baik bagaimana informasi iklim dapat diterapkan dalam mengoptimalkan produksi jeruk dan sekaligus mengurangi resiko kerugian akibat perubahan cuaca yang tidak terduga," jelas Dwikorita.
Upaya ini pun diapresiasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dia menilai bahwa apa yang dilakukan BMKG dalam menyelenggarakan kegiatan SLI untuk petani lokal di Kabupaten Purworejo adalah sebuah harapan untuk meningkatkan pemahaman mendalam kepada para petani.
"Kami berharap melalui program ini, petani akan mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai informasi iklim dan penerapannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari," kata Ganjar.
Apresiasi pun diungkapkan anggota Komisi IV DPR, Sudjadi. Dia yang ikut dalam proses edukasi petani tersebut menilai bahwa sinergi antara lembaga pemerintahan, seperti BMKG dan DPR, dengan para petani sangatlah penting untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
"Kegiatan SLI Operasional Pendampingan Komoditas Jeruk di Desa Beringin ini diharapkan akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para petani mengenai informasi iklim serta penggunaannya dalam menghadapi perubahan iklim di masa depan," kata dia.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.