Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kemarau Ancam Kekeringan dan Gagal Panen, Petani di Bogor Atur Aliran Sungai Buat Irigasi

Bagikan
Petani Cilubang Kota Bogor sedang menghadapi tantangan serius serius yakni kekurangan air musim kemarau.(Nicko/PanganNews.id)
Petani Cilubang Kota Bogor sedang menghadapi tantangan serius serius yakni kekurangan air musim kemarau.(Nicko/PanganNews.id)

PanganNews.id, Bogor - Para petani mulai menghadapi tantangan serius akibat kemarau yang kini tengah terjadi dampak fenomena El Nino.

Tak terkecuali di Kota Bogor. Salah satunya para petani di Cilubang Mekar, Kecamatan Bogor Barat.

Kekeringan yang terjadi mengancam sawah-sawah mereka, termasuk ancaman gagal panen.

Para petani mulai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air di sawah mereka.

Salah satunya Ating. Petani palawija di Kota Bogor itu berusaha agar lahan bisa terus dialiri air.

Ating menunggu rembesan air dari Kali Cilubang.

"Berhubung lahan saya itu di bawah irigasi, ya saya tunggu ada rembesannya. Nah, ketika ada air rembesan saya buru-buru alirkan ke lahan saya. Itu rembesannya dari Kali Cilubang," ucap Ating, Rabu 2 Agustus 2023.

Rembesan air irigasi Kali Cilubang ini menjadi salah satu sumber air disaat kemarau saat ini.

Rembesan itu kemudian Ating bagi ke semua petak Palawijanya yang jika diluaska sekira 300 meter persegi.

Ating membaginya dengan membuatkan jalur-jalur air.

"Kita nggak bisa bicara apa-apa. Namanya butuh air kan. Sekarrang mah kita nunggu aliran yang bisa ngalir," tambah Ating.

Secara masa tumbuh, tanaman Palawija milik Ating ini memang sangat memungkinkan untuk tumbuh tanpa air yang banyak.

Namun, jika masih kurang air dalam satu bulan kedepan, hasil dari tanaman Palawija Ating kemungkinan akan buruk.

"Disini jagung, ubi jalar, talas. Tetap bisa tumbuh. Biasanya ke panen itu 7 bulanan. Tapi, kalau masih kurang air, ya kurang bagus aja hasilnya nanti," ujarnya.

Ating pun semakin dibuat waswas ketika kemarau ini terus terjadi.

Dirinya yang ia sebut sebagai petani kecil ini nasibnya bakal susah karena hasil perekonomiannya dari tanaman Palawija ini.

"Ini termasuk was was juga kita. Karena kalau musim hujan gaturun juga. Ya udah petani kecil ini tambah susah. Bisa-bisa gagal panen," ujar dia.

Sama seperti halnya Ating, Andri petani penggarap padi pun mencurahka hal serupa.

Namun, Andri yang hanya ditugaskan menggarap sawah orang, menunggu sang pemilik sawah mengambil keputusan.

"Ya sebenernya bisa aja lahan ini dialirin air. Tapi, ya harus modal lagi. Kalau saya disini nunggu yang punya lahannya aja," tutup Andri.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal