PanganNews.id, Jateng - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dengan bahan utama dadi air seni ternak.
Pelatihan itu dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah untuk warga Desa Panusupan agar dapat meningkatkan pendapatan pertanian.
Sekretaris Dinas Diskominfo Jateng Hermoyo Widodo mengatakan, pelatihan itu merupakan realisasi program Satu OPD Satu Desa Dampingan, guna memutus mata rantai kemiskinan di Panusupan. Melalui pelatihan tersebut, juga diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
“Pupuk organik lebih baik dan ramah lingkungan. Limbah ternak dapat diaplikasikan ke tanaman dengan hasil lebih baik, dan mengurangi efek pupuk kimia. Kegiatan ini diikuti beberapa kelompok petani. Harapannya nilai ekonomi lebih tinggi,” ucapnya.
Instruktur pembuatan pupuk cair organik dari Dinas Pertanian Purbalingga, Darmawan mengatakan, pembuatan pupuk dari air seni ternak sangat mudah. Selain itu, kandungan pupuk cair organik memiliki manfaat serupa dengan pupuk kimia.
“Dia sangat bagus untuk menggantikan pupuk kimia, karena kandungannya sama dengan urea. Dimanfaatkan memacu pertumbuhan tanaman dan tak menimbulkan reaksi negatif di tanah, juga punya unsur nitro yang bermanfaat bagi tanaman,” paparnya.
Menurut Darmawan, dengan pengetahuan pembuatan pupuk cair, petani Desa Panusupan juga bisa berhemat. Bahkan, jika mau, mereka bisa berwirausaha dengan membuat dan menjual pupuk cair.
“Nilai jual pupuk cair itu sekitar Rp70 ribu-Rp100 ribu. Kalau bisa berinovasi membuat pupuk cair, akan memunyai nilai tambah dari hewan ternak yang dimiliki,” pungkas Darmawan.
Sementara, salah satu petani, Yudi Winarso baru mengetahui secara detail pengguna air seni untuk pembuatan pupuk cair.
" Dengan pelatihan ini ya membantu sekali. Saya jadi tahu cara yang benar bikin pupuk organik, kalau dulu ya ngarang saja. Asal siram kalau dulu, 1:10 liter, seliter air seni dicampur 10 liter air, terus saya siramkan,” ujarnya.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.