PanganNews.id, Lampung - Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan inovasi dengan mengolah kulit kakao menjadi produk pangan kue dan kerupuk.
Pelatihan pengembangan produk tersebut dilaksanakan di Desa Pekondoh Pesawaran, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ITERA yang melibatkan warga desa setempat.
Koordinator Prodi Teknologi Pangan ITERA, Amalia Wahyuningtyas, menyebut tim dosen Prodi Teknologi Pangan ITERA menangkap Kakao sebagai salah satu potensi lokal di Lampung.
"Kulit kakao biasanya hanya menjadi limbah dan tidak dimanfaatkan. Lampung memiliki potensi kakao yang cukup tinggi dan menjadi sumber daya yang sangat baik untuk dikembangkan," papar Amalia, Rabu 30 Agustus 2023.
Menurut dia, persentase tertinggi dari limbah kakao adalah kulit dengan persentase sekitar 70 persen. Sehingga, Inovasi produk dari kulit kakao dilakukan sebagai bentuk pengembangan produk dan menambah nilai jual.
“Desa Pekondoh merupakan salah satu desa di provinsi Lampung yang memiliki potensi kakao cukup tinggi dan tentu akan menghasilkan limbah kulit kakao cukup besar,” ujar Amalia.
Amalia menyebut, ruang lingkup Prodi Teknologi Pangan meliputi keilmuan rekayasa dan pengolahan pangan yang fokus terhadap pengembangan produk. Salah satunya adalah kegiatan yang diadakan di Desa Pekondoh, yaitu pengembangan produk yang sebelumnya hanya limbah menjadi produk pangan.
Desa Pekondoh, lanjut dia, merupakan salah satu desa di provinsi Lampung yang memiliki potensi kakao cukup tinggi dan tentu akan menghasilkan limbah kulit kakao cukup besar
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.