PanganNews.id, Bogor - Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami puso atau gagal panen pada puluhan hektare lahan sawahnya akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Para petani di wilayah ini mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Meski tidak semua petak sawah mengalami puso, sejumlah petani terpaksa memanen padi mereka dengan hasil yang jauh di bawah kondisi normal.
Biasanya, mereka bisa memanen hingga 5 kuintal gabah per petak sawah, namun sekarang hanya maksimal 3 kuintal. Harga gabah basah saat ini mencapai Rp700 ribu per kuintal.
Kondisi sawah di Desa Sukasirna sangat bergantung pada saluran irigasi dari sungai Cipamingkis.
Namun, selama dua bulan terakhir, saluran irigasi mengering karena debit air yang minim.
Salah seorang petani, Sani, menyatakan bahwa mereka terpaksa melakukan panen paksa akibat kekeringan yang mengakibatkan hasil panen yang kurang memuaskan.
Kepala Desa Sukasirna, Iwan Setiawan, juga mencatat lebih dari 10 hektare lahan sawah yang mengalami puso atau gagal panen.
Petani di wilayah ini berharap agar pemerintah memberikan bantuan kepada mereka yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ini untuk membantu mengatasi kerugian yang telah mereka alami.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.