PanganNews.id, USA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation mewanti-wanti banyaknya kelaparan yang terjadi di dunia imbas anggaran tahunan Program Pangan Dunia PBB (WFP - World Food Programme) menyusut.
PBB terpaksa memangkas pasokan bantuan bahan pangan di sejumlah negara dunia. Mereka memprediksi bakal ada sebanyak 24 juta manusia yang kelaparan.
Badan urusan Pangan PBB itu mengaku kian kewalahan memenuhi permintaan bantuan pangan di wilayah rentan kelaparan di dunia.
Mereka mencatat, menyusutnya anggaran tersebut sampai 60 persen di tahun 2023. Anjloknya dana kontribusi itu dicatat sebagai penurunan yang tertinggi dalam sejarah organisasi.
"Untuk pertama kalinya, WFP menyaksikan berkurangnya kontribusi dana, bersamaan dengan kenaikan kebutuhan pangan," tulis mereka tersebut dalam pernyataan persnya.
WFP mencatat, setiap persen dana bantuan yang menghilang dari anggaran berarti ancaman kelaparan bagi lebih dari 400.000 orang. Mengingat kekurangan yang besar
"Sebanyak 24 juta manusia bisa menghadapi darurat kelaparan dalam 12 bulan kedepan, atau kenaikan sebesar 50 persen dibandingkan level saat ini," tulis WFP.
Direktur WFP, Cindy McCain, mengimbau negara-negara PBB untuk bertindak.
"Jika kami tidak mendapatkan dukungan yang kami butuhkan untuk mencegah bencana, dunia bisa dipastikan akan menyaksikan lebih banyak konflik, kerusuhan dan kelaparan," kata dia.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.