PanganNews.id, Sumsel - Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membuat Kampung Agrowisata Religi.
Irjen Kementan, Jan Samuel Marinka menyampaikan bahwa dibuatnya Kampung Agrowisata Religi itu merupakan bukti komitmen pemerintah daerah terhadap kemajuan sektor pertanian.
“Ini akan berdampak pada penambahan produksi pertanian yaitu beras atau gabah dan menjadi contoh kabupaten kota lain untuk melakukan apa yang dilakukan di Kabupaten Banyuasin," kata Jan Samuel," Senin 11 September 2023.
"Ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan provinsi kabupaten untuk mendukung kegiatan seperti ini," lanjutnya.
Ia menyebut, dalam memperkuat sektor pertanian tingkat desa, Kementan telah meminta dan mensosialisasikan hingga ke tingkat desa agar dapat mengalokasikan dana desa sebesar 20 persen untuk kegiatan pertanian.
“Kekuatan desa akan membentuk lumbung-lumbung desa membentuk kekuatan ditingkat kabupaten sampai ke Provinsi dan akhirnya dari desa untuk Indonesia”, jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin, Askolani mengatakan, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan di Kabupaten Banyuasin.
Perannya, kata dia, bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh terhadap masyarakat.
“Oleh karena itu pembangunan sektor pertanian kita jadikan salah satu prioritas utama pembangunan daerah Kabupaten Banyuasin yaitu “ Program PETANI BANGKIT” yang termasuk didalam salah satu dari 7 (Tujuh) Program dan 12 gerakan bersama masyarakat," jelasnya.
Askolani mengaku yakin dan percaya dengan adanya dukungan dari Kementerian Pertanian RI membuka lahan tidur yang ada di Kabupaten Banyuasin, akan dapat membuat peringkat Kabupaten Banyuasin dari Posisi 4 se-Indonesia penghasil gabah kering naik menjadi peringkat pertama mengalahkan Kabupaten Indramayu.
Meskipun membuka lahan tidur membutuhkan perjuangan, termasuk biaya dan pekerjaan berat seperti pembangunan irigasi dan tanggul, lanjutnya, namun dengan dukungan yang tepat, lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Dengan adanya bantuan kepada para petani kami dan pembukaan lahan tidur di Kabupaten Banyuasin yang sampai saat ini masih puluhan ribu Hektar belum dimanfaatkan dengan baik," ujar dia.
"Namun jika semua lahan itu dibuka untuk pertanian bukan tidak mungkin dapat membuat Kabupaten Banyuasin menjadi peringkat pertama penghasil Beras se-Indonesia. ini adalah hasil kerjasama semua pihak, termasuk penyuluh petani dan para petani sendiri," tutup Askolani.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.