Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Emping Melinjo, Camilan Khas Bengkulu Bikin Ketagihan

Bagikan
Pasangan suami istri, Zulkarnain (64) dan Martabiba (58), sedang melakukan proses pembuatan keripik emping melinjo (detik.com)
Pasangan suami istri, Zulkarnain (64) dan Martabiba (58), sedang melakukan proses pembuatan keripik emping melinjo (detik.com)

PanganNews.id, Bengkulu - Bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Bengkulu, salah satu oleh-oleh yang patut dipertimbangkan adalah emping melinjo.

Emping melinjo adalah makanan khas Bengkulu yang tahan lama dan selalu menarik untuk dibagikan kepada orang terdekat.

Emping adalah camilan yang terbuat dari biji buah melinjo yang diolah dengan proses digodok, ditumbuk, atau digeprek hingga tipis.

Makanan ini cocok untuk dinikmati bersama keluarga saat bersantai atau sebagai hidangan untuk tamu yang berkunjung.

Keripik emping ini sangat dicari oleh wisatawan sebagai oleh-oleh khas Bengkulu. Rasanya yang gurih dan khas, dengan sedikit sentuhan pahit, membuatnya menjadi cemilan yang menggoyang lidah.

Proses pembuatannya memakan waktu, mulai dari pengambilan buah melinjo yang matang, pengupasan kulit, hingga pengeringan di bawah sinar matahari. Hasilnya adalah keripik emping yang tipis dan lezat.

Salah satu pasangan suami istri, Zulkarnain (64) dan Martabiba (58), telah berkecimpung dalam pembuatan keripik emping Bengkulu selama 25 tahun.

Meskipun saat ini mereka hanya tinggal berdua, minat terhadap keripik emping ini masih tinggi, dan usaha ini menjadi mata pencaharian bagi keluarga mereka.

"Saya mengambil buah melinjo dari pohon di belakang rumah mereka dan juga membelinya dari pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, jika pasokan tidak mencukupi. Setelah pengupasan kulit dan pengeringan, biji melinjo digoseng dan ditumbuk hingga tipis untuk menjadi keripik emping," katanya Zulkarnain, Minggu 16 September 2023.

Proses selanjutnya Zulkarnain menejelaskan, dengan penjemuran di bawah sinar matahari, yang memakan waktu tiga hingga enam jam, tergantung cuaca. Setelah itu, keripik emping sudah siap digoreng dan disajikan sebagai camilan lezat atau pelengkap hidangan.

Dari sepuluh cupak melinjo yang mereka pesan dari pulau Enggano, mereka dapat membuat 7 Kg keripik emping.

"Harga keripik emping ini berkisar antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogramnya," jelasnya.

Dengan kerja keras, Martabiba dan suaminya mampu membuat 3 Kg hingga 3,5 Kg keripik emping setiap hari.

Proses pembuatan satu kilogram keripik emping memerlukan waktu sekitar satu jam, dengan satu lembar keripik emping membutuhkan tiga hingga empat buah biji melinjo. Usaha mereka tidak hanya menghasilkan camilan yang lezat tetapi juga membantu melestarikan tradisi kuliner khas Bengkulu. 

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal