PanganNews.id, Cilacap - Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) melakukan monitoring jajanan siswa di sekolah untuk memastikan keamanan pangan yang dijual di kantin/warung.
Analis Ketahanan Pangan Ahli muda pada Dinas Pangan dan Perkebunan, Soetji Hernaen menyebut monitoring itu juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bahan pangan yang membahayakan tubuh siswa.
Monitoring keamanan pangan di sekolah itu dilakukan TJKPD selama dua hari Rabu dan Kamis 20-21 September 2023.
"Pada rabu dilakukan di empat warung /kantin yakni SD Negeri Kalisabuk, SD Kuripan, Karangkandri, Kesugihan. Dari hasil monitoring keamanan pangan ditemukan beberapa kondisi yang perlu ditingkatkan. Mulai dari sarana prasarana kebutuhan makan dan minum anak, yang harus sesuai standar kesehatan, hingga tempat sampah maupun sanitasi disekitar sekolahan," papar dia.
Selain itu , petugas juga menjumpai lingkungan pendidikan setempat masih ada jajanan kupat plastik, minuman instan bubuk, dan minuman kemasan lainnya. Dijumpai pula satu sekolahan yang tempat berjualannya berhadapan dengan WC/KM.
"Bahkan ada penjamah makanan yang masih tidak mengenakan masker dan celemek, dan tempat sampah masih belum berpenutup," papar dia.
Sehingga, TJKPD memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada para pedagang dan siswa agar lebih hati-hati dalam menjual atau mengkonsumsi makanan.
"TJKPD juga menyempatkan memberikan arahan dan himbau dengan mengumpulkan para penjual dan pengelola warung atau kantin sekolah, serta para guru agar menaati hal-hal yang dilarang karena membahayakan kesehatan anak," papar dia.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.