Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Cegah Petani Gagal Panen, IPB Siap Bantu Lewat Tani Center dan Aplikasi Digitani, Apa Itu?

Bagikan
Rektor IPB Prof Arif Satria (Humas IPB)
Rektor IPB Prof Arif Satria (Humas IPB)

PanganNews.id, Bogor - Kemarau yang berujung kekeringan berdampak pada banyaknya petani yang mengalami gagal panen. Hal itu membuat IPB University membuka diri bagi para petani yang ingin belajar lebih jauh tentang pertanian.

Salah satunya, IPB University kini punya Tani Center dan aplikasi Digitani yang bisa memudahkan para petani.

Hal itu diungkapkan Rektor IPB University Prof Arif Satria.

Menurut dia, Tani Center terbuka untuk memberikan bantuan dan dukungan, berupa keahlian untuk mengatasi berbagai persoalan.

“IPB terbuka bagi petani-petani untuk belajar ke IPB. Jadi saya berharap IPB sudah membangun Tani Center, agar petani-petani silakan kalau ada masalah datang ke IPB,” kata Prof Arif Satria, belum lama ini.

Arif Satria menjelaskan, IPB University tidak hanya melayani para petani di Tani Center, tapi juga bisa lewat aplikasi Digitani.

Pada aplikasi itu, IPB bisa langsung menjawab persoalan yang dihadapi petani.

“Mohon bantuannya untuk disosialisasikan aplikasi itu untuk membantu petani-petani di seluruh Indonesia. Ketika ada masalah, langsung bisa ini, kita bisa menjawab. Kalau kurang puas, bisa datang ke IPB ada Tani Center,” jelas Prof Arif Satria.

Untuk menghindari gagal panen, kata dia, perlu varietas unggul dan mengatur waktu tanam.

Selain itu, dibutuhkan juga resiliensi pangan sehingga saat kondisi krisis, cadangan pangan sudah cukup.

“Sebab itu ini petani budidaya pada saat ini penting, dan kampus menurut saya penting untuk bisa melakukan pendampingan pada para petani. Sehingga mereka melakukan praktik budi daya secara tepat,” ungkapnya.

Diketahui, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor mencatat ada 7 Hektare sawah di Kecamatan Ciawi yang mengalami gagal panen.

Sawah-sawah tersebut mengalami gagal panen akibat dari kemarau berkepanjangan dan dampak El Nino.

“Sekarang yang terlaporkan kepada kami yang terkena puso 7 hektar di Kecamatan Ciawi itu ada dua kelompok tani,” kata Plt Kadistanhorbun Kabupaten Bogor Tatang Mulyadi.

Tatang memaparkan, sedikitnya ada 1,5 Hektare sawah mengalami kekeringan berat. Kemudian, kekeringan dengan kriteria sedang 39,3 Hektare, ringan 87,5 Hektare, dan terancam kekeringan seluas 388,15 Hektare.

Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal