PanganNews.id, Lebak - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berfokus pada produksi gula aren di Kabupaten Lebak, Banten, telah membuktikan potensi besar mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Cigemblong Kabupaten Lebak, Yusep Saepul Anwar, melaporkan bahwa UMKM gula aren yang telah mereka bina berhasil mencapai produksi sebanyak 5 ton per pekan.
Dengan harga jual mencapai Rp40 ribu per kilogram, mereka telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi setempat sebesar Rp200 juta.
Keuntungan dari produksi gula aren ini telah merata ke berbagai lapisan masyarakat pedesaan, mulai dari petani hingga pengguna jasa transportasi. Harga gula aren tetap stabil di angka Rp40 ribu per kilogram, dengan produksi yang mencapai 5 ton per pekan, menghasilkan omzet bulanan sebesar Rp800 juta.
Menurut Yusep, produksi gula aren telah menjadi andalan ekonomi masyarakat Cigemblong karena adanya perkebunan pohon nira sebagai bahan baku utama.
"Hampir semua masyarakat di wilayah ini memiliki perkebunan pohon nira, yang merupakan fondasi penting dalam produksi gula aren cetak," jelasnya.
Salah satu keunggulan produksi gula aren ini adalah kategorinya sebagai produk organik. Hal ini disebabkan oleh penggunaan perkebunan aren yang tidak menggunakan pupuk kimia, dan wilayah ini terletak di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Produk-produk UMKM gula aren cetak ini telah tersebar dan dipasok ke berbagai daerah seperti Bandung, Garut, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang," tambahnya.
Sementara Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala Kabupaten Lebak, Anwar Aan, mengungkapkan bahwa saat ini mereka sedang mengembangkan perkebunan pohon nira di wilayah binaannya seluas 170 hektare dengan melibatkan 148 petani.
"Kami libatkan 148 petani untuk mengembangkan perkebunan pohon nira di wilayah binaannya seluas 170 hektare, untuk ini diperkirakan akan menghasilkan perguliran uang dari hasil usaha sekitar ratusan juta rupiah per bulan," paparnya.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Abdul Waseh, melaporkan bahwa saat ini tercatat sebanyak 5.815 unit pelaku UMKM gula aren di Kabupaten Lebak, yang mampu menghasilkan omzet mencapai Rp96,65 miliar per tahun.
Adapun produksi gula aren di Kabupaten Lebak tersebar di beberapa kecamatan, seperti Sobang, Muncang, Cibeber, Cirinten, Leuwidamar, Cilograng, Cijaku, Cigemblong, Malingping, dan Panggarangan," jelasnya.
Untuk para pelaku UMKM gula aren, baik yang menghasilkan bentuk cetak maupun halus, untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas produk mereka, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi ekonomi daerah dan masyarakat pedesaan.
Penulis: Ajat Nicko


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.