Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Latih Sejuta Penyuluh Pertanian, Bapanas Paparkan Pentingnya Konsumsi yang Aman dan Berkualitas

Bagikan
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Bapanas, Andriko Noto Susanto saat menghadiri penyuluh pertanian (badanpangan.go.id)
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Bapanas, Andriko Noto Susanto saat menghadiri penyuluh pertanian (badanpangan.go.id)

PanganNews.id, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan pentingnya pangan yang berkualitas dan aman kepada para penyuluh pertanian. 

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Bapanas, Andriko Noto Susanto saat hadiri pelatihan sejuta penyuluh dari seluruh Indonesia dalam rangka menyiapkan musim tanam (MT) tahun 2023/2024.

"Dalam rangka menghasilkan pangan aman di hilir untuk masyarakat, upaya penjaminan harus dimulai dari hulu melalui good practices. Peran penyuluh sangat penting dalam tahapan ini," ujar Andriko, Rabu 25 Oktober 2023. 

Selain itu, Andriko menambahkan bahwa peningkatan produksi pertanian harus dibarengi dengan pemenuhan persyaratan keamanan pangan agar pangan yang dihasilkan mempunyai akses pasar yang baik pasar domestik maupun internasional.

Sejalan dengan arahan Kepala NFA/Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi yang menyatakan, keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, petani, maupun masyarakat. 

"Melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan, sehingga dapat dihasilkan pangan yang berkualitas dan aman dikonsumsi,". ungkap Arief.

"Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung target produksi pertanian Kementerian Pertanian di tahun 2024 sebesar 35 juta ton. Oleh karena itu, implementasi satu penyuluh satu desa harus betul-betul dijalankan untuk memudahkan komunikasi antara penyuluh dengan Kementerian Pertanian," tambah Arief.

Menurut Arief, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam memberikan bimbingan dan pendampingan kepada petani. Kompetensi penyuluh harus terus ditingkatkan agar dapat memberikan informasi dan teknologi pertanian yang tepat kepada petani.

"Penyuluh harus mampu menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah. Mereka harus mampu mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah kepada petani. Selain itu, kita juga telah menyiapkan semua sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian," tutur Arief.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal