Indonesia Ekspor Ratusan Ton Senilai Rp18,7 Triliun Ikan ke Tiongkok

Jurnalis Pangannews

Sabtu, 11 November 2023 15:33 WIB

news
KKP melakukan Ekspor ikan ke Tiongkok (kkp.go.id)

PanganNews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor 9 kontainer berisi 243 ton produk perikanan senilai Rp18,7 miliar ke Tiongkok dari hasil tangkapan di Zona I dan Zona III kawasan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa ekspor perdana dari fasilitas Cold Storage KKP di Muara Baru ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan program prioritas berbasis ekonomi biru.
 

"Penangkapan ikan terukur nanti akan masuk pada versi 1 versi 2 versi 3 dan seterusnya sesuai jamannya. Penangkapan itu diatur jenis ikan mana yang boleh ditangkap, lalu cara penangkapannya yang beradab (ramah lingkungan dan berkelanjutan),"kata dia.

"Kemudian disampaikan kepada pelanggan (konsumen), sehingga kita bisa menjanjikan bahwa ikan yang dikelola dengan baik yang akan kita ekspor, baik secara kesehatannya dan higienitasnya," imbuh dia.

Menurut dia, Tiongkok merupakan pasar produk perikanan yang memiliki pertumbuhan sangat signifikan, yaitu 22 persen per tahun selama 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data International Trade Statistic, pada tahun 2022 impor produk perikanan Tiongkok mencapai USD23,5 miliar atau 12% terhadap total impor dunia, dan menempatkan Negeri Tirai Bambu ini sebagai negara pengimpor produk perikanan global ke-2 setelah Amerika Serikat.

"Peluang pasar tersebut telah dimanfaatan oleh beberapa negara produsen perikanan global, termasuk Indonesia," terangnya.

Adapun komoditas impor utama Tiongkok adalah Udang sebesar USD6,29 miliar dengan persentase 26,8persen, disusul Tepung Ikan USD 2,99 miliar, Lobster USD1,64 miliar, Rajungan-Kepiting USD1,56 miliar, Salmon-Trout USD1,43 miliar, dan Cumi-Sotong-Gurita USD1,04 miliar.

Negara pemasok utamanya meliputi Ekuador dengan kontribusi 15,4 persen disusul Rusia dengan kontribusi 12,6 persen. Selanjutnya Vietnam dengan kontribusi 8,5 persen. 

Kendati masih menempati urutan ke-8 dengan nilai USD1,2 miliar dan berkontribusi 5,3 persen, nilai ekspor Indonesia meningkat 28 persen dibanding tahun 2021. 

"Pertumbuhan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan ekspor ke China," ungkapnya.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...