Bangun Klaster Agribisnis, Kementan Dorong Petani Milenial Tumbuhkan P4S

Pangannews.id

Senin, 27 November 2023 10:35 WIB

news
Foto: Kewirausahaan pertanian telah menjadi fokus utama dalam mengembangkan sektor pertanian di era modern

Pangannews.id, Bali – Kewirausahaan pertanian telah menjadi fokus utama dalam mengembangkan sektor pertanian di era modern. Petani modern tidak hanya dilihat sebagai penggarap tanah, tetapi juga sebagai pengusaha yang mencari inovasi dan peluang bisnis di sektor pertanian. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui terus meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia (SDM) pertanian unggul dan berdaya saing. 

Berbagai program pun dilakukan, salah satunya adalah membangun ekosistem kewirausahaan dan penumbuhan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) bagi Petani Milenial. Bertempat di Bali, petani millenial yang terdiri dari  penerima manfaat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial/Andalan serta Young Ambassador Agriculture, mengikuti kegiatan Penumbuhan dan Penguatan P4S yang digelar selama 4 hari mulai 22 hingga 25 November 2023. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, P4S sebagai pusat pembelajaran bagi petani harus menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan pertanian. P4S harus menjadi pelopor dan agen perubahan. 

"P4S menjadi andalan, harapan dan masa depan pembangunan pertanian kita. Keberadaan P4S diharapkan menjadi pembaharu perdesaan dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan penumbuhkembangan petani millenial,” tegas Dedi. 

Pada kesempatan sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti menyampaikan untuk menjamin keterpaduan aspek hulu, hilir dan penunjang di dalam mengembangkan usaha yang menguntungkan bagi petani milenial, diperlukan kerjasama, konektivitas jaringan dan kelembagaan pelayanan usaha dalam satuan entitas usaha berbasis klaster. 

"Pengembangan agribisnis berbasis klaster komoditas pertanian, bagi penerima manfaat program YESS perlu dibangun secara terintegrasi di setiap sub sistem agribisnis, melalui penumbuhan P4S terkhusus bagi petani milenial diharapkan pembangunan sektor pertanian dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan pemerataan pembangunan nasional," jelas Santi.

Ia menambahkan melalui kegiatan ini  petani milenial tergerak untuk mengembangkandan mengkolaborasikan kegiatan usahanya melalui P4S. Hingga pada akhirnya  tercipta lingkungan ekosistem kewirausahaan yang mendukung petani milenial dan komunitasnya dalam mengembangkan usaha pertanian.

Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari Pusat Pelatihan Pertanian,  Ketua Forum Komunikasi P4S di wilayah program YESS serta pelaksana program YESS baik  NPMU dan PPIU. 

Seluruh peserta pun terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini.  Berbagai informasi terkait Penguatan Kelembagaan serta Penumbuhan dan Klasifikasi P4S,  Penumbuhan dan Penguatan P4S, Penguatan Korporasi Petani, Pendataan & Kesiapan Petani Milenial membentuk P4S, Pendampingan dan Pembentukan P4S dikupas tuntas oleh para narasumber yang berasal dari BBPP Lembang, Batangkaluku, Binuang dan Ketindan. 

Diakhir acara seluruh peserta berkesempatan melakukan kunjungan ke P4S Bali Sri Organik dan P4S Wiwanda Agrow. Syva Dila Kharisma, Young Ambassador Agriculture Program YESS asal Banyuwangi menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan ini.

"Senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini dan berharap dapat segera memiliki sertifikat P4S. Saya mendapatkan banyak  ilmu, terlebih saat berkunjung ke P4S Wiwanda Agrow. Sepulang dari sini saya akan coba terapkan di daerah saya  mengingat  Agrowisata disana cukup tinggi” , ungkap Syva.


Kolom Komentar

You must login to comment...