Banjir Bandang di Bogor Hantam Pertanian, Asuransi Jadi Solusi Pulihkan Kerugian Petani

Jurnalis Pangannews

Senin, 27 November 2023 13:17 WIB

news
Lahan pertanian wilayah di Desa Puraseda dan Purasari, kecamatan Leuwiliang, kabupaten Bogor, terendah air (Nicko/Pangannews.id)

PanganNews.id, Bogor - Hujan deras belakangan ini merendam sejumlah wilayah di Desa Puraseda dan Purasari, kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, berdampak buruk pada sektor pertanian.

Banjir tersebut menyebabkan banyak lahan yang siap panen dan baru saja ditanami bibit padi tenggelam.

Meskipun pemerintah kecamatan dan desa telah berupaya mencari solusi, asuransi pertanian, yang bisa menjadi solusi bagi petani terdampak pasca bencana banjir bandang, masih minim diikuti.

"Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Leuwiliang, dua Desa Purasari – Puraseda, dan UPT pertanian balai penyuluhan pertanian wilayah III untuk mencari solusi pasca bencana banjir bandang kemarin," ungkap WR Pelitawan, selaku Camat Leuwiliang, pada Senin, 27 November 2023.

"Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) menjadi salah satu solusi yang perlu diperhatikan bersama, juga perlu memperhatikan badan sungai Cipuraseda," ujar dia.

Menurut WR. Pelitawan, Sungai Cipuraseda melintasi Kawasan pertanian Desa Purasari dan Desa Puraseda.

Saat hujan lebat, air meluap dan merendam pesawahan warga, sehingga badan sungai harus mendapat perhatian khusus. Lahan pesawahan Purasari - Puraseda yang terendam banjir memerlukan campur tangan pihak dinas terkait.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah III, Tauwafa Ridwanihaja menjelaskan bahwa persyaratan untuk AUTP melibatkan kelompok Tani yang sudah terdaftar di simultan, dengan KTP dan KK yang sah, karena saat pengajuan diperlukan fotokopi KTP.

"Alhamdulillah, dari kondisi pasca bencana banjir bandang di Purasari - Puraseda, kami berupaya untuk memfasilitasi masyarakat Tani kabupaten Bogor melalui Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang premi-nya disubsidi oleh pemerintah kabupaten Bogor," jelasnya.

Tauwafa Ridwanihaja menambahkan bahwa semua petani yang menanam padi didaftarkan untuk masuk dalam program AUTP oleh para penyuluh.

"Apabila petani terkena bencana, ada tiga kategori yaitu kekeringan, hama penyakit, dan banjir. Insya Allah, jika sudah terdaftar dalam AUTP," katanya.

Namun, pihaknya mempertimbangkan umur tanaman dan luas lahan yang dikelola oleh petani sebelum mengajukan asuransi ke Jasindo.

"Keputusan akhir ada di Jasindo, sedangkan kami sebagai penyuluh hanya memfasilitasi penginputannya, termasuk rekomendasi dari Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT)," ujar dia.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan Leuwiliang dan dua Desa Purasari - Puraseda untuk mencari solusi pasca bencana banjir bandang.

"Semoga proses klaim asuransi dapat berjalan lancar. Luasan AUTP di kabupaten Bogor mencapai 25 ribu hektare," pungkas dia.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...