Buku Waris Tentang Islam

Pangannews.id

Selasa, 28 November 2023 16:24 WIB

news
Buku Waris Tentang Islam. (Foto : Dok. M. Chairul Arifin)

PanganNews.id Depok, - Buku yang disebut sendiri oleh penulisnya sebagai 7 Langkah Cawe Cawe Calon Pewaris ini, tebal 62 halaman, diterbitkan dan distribusikan oleh Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian (YMPP) dimaksudkan untuk menghindari konflik antar ahli waris. Karena banyak kasus-kasus yang terjadi di masyarakat kesalah pahaman, atau penyimpangan tentang pelaksanaan hukum waris Islam. 

Hukum Waris

Oleh karena itu Drh. Djajadi Gunawan MPH , yang sejatinya ahli kesehatan masyarakat, secara sistematis praktis telah membagi bukunya, menjadi 12 Bab. Dalam bab II dan bab III lebih dahulu dijelaskan dan diuraikan secara singkat dari berbagai literatur tentang pentingnya belajar hukum waris dan penjelasan tentang hukum waris itu sendiri. 

Pada bab selanjutnya barulah penulis menguraikan 7 Langkah Cawe Cawe calon Pewaris yang sempat dibaginya menjadi sebelas cluster sesuai dengan statusnys yaitu bujang, menikah, punya anak atau tidak, ada anak laki atau tidak, pasangan masih hidup atau sudah wafat, sampai kakek yang mempunyai cucu tetapi orang tuanya sudah meninggal. (Halaman 35-36). Dengan demikian sangat mempermudah bagi calon pewaris untuk memilih statusnya, sesuai langkah Cawe-cawe yang dijelaskan oleh penulis. 

Menariknya, buku ini walaupun praktis tetapi juga membedakan antara waris, hibah, dan apa yang dimaksud dengan wasiat harta dan non harta (waqaf) . Ternyata perbedaannya dapat terlihat dari variabel waktu, penerima, nilai harta dan hukum bagi pemberi dan hukum implementasi. (Hal 16). Sebagai contoh, warisan waktu akad diberikan sesudah wafat, sedangkan hibah dapat diberikan sebelum wafat. Penerima waris hanya ahli waris dan hibah dapat diberikan pada, siapa saja. Tabel ini sangat membantu pelaksanaan warisan dan diharapkan konflik antar ahli waris dapat terhindarkan. 

Hukum Perdata dan Perspektif Gender

Agama Islam, mengajarkan tingkat toleransi yang tinggi. Oleh karena Indonesia bukan negara Islam, maka dalam hukum waris dikenal hukum adat dan hukum waris positip yaitu hukum perdata selain hukum wafis Islam. Kepada warga dapat saja memilih salah satu bukum yang berlaku. Hanya sebagai umat muslim berkewajiban untuk menunaikan Syari'ah. (tidak memaksa hanya mengatur) 

Dikaitkan dengan perspektif gender, walaupun disebutkan bahwa hak waris perempuan lebih sedikit dari laki-laki, namun disebutkan bahwa bagian dari perempuan harus didahulukan baru yang lain. Dengan demikian Islam menghormati perempuan (Surat An Nisa ayat 11) 

Kesimpulannya, buku ini dapat menjadi salah satu pendorong bagi umat muslim yang berkehendak menunaikan bukum Syari'ah sebagai calon pewaris. Namun diakuinya.banyak kekurangan yang masih memerlukan pengayaan dari berbagai pihak. 

Depok, November 2022

M. Chairul Arifin


Kolom Komentar

You must login to comment...