Diguncang Covid-19, FAO Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Stabil, Kementan : Tantangan Masa Depan Makin Kuat

Jurnalis Pangannews

Rabu, 29 November 2023 08:45 WIB

news
Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia, Kementerian Pertanian dan IPB University melakukan penelitian soal kekuatan sektor pangan Indonesia di tengah pandemi Covid-19 (FAO INDONESIA)

PanganNews.id, Jakarta - Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pertanian menggelar penelitian mendalam soal kekuatan sektor pertanian Indonesia sepanjang Pandemi COVID-19. 

Dalam penelitian tersebut, FAO Indonesia, IPB University dan Kementerian Pertanian melakukan kajian pada enam komoditas pertanian di tengah tantangan Covid-19 yang melanda dunia. Keenam komoditas tersebut yakni beras, jagung, daging ayam, telur, pisang, dan bawang merah. 

Peneliti FAO yang juga guru besar IPB University, Prof Muhammad Firdaus menyebut, penelitian keenam komoditas itu mengacu pada produksi, daya produksi, produktivitas, harga produsen, harga konsumen, ekspor, hingga impor. 

"Dari hasil kajian, terbukti bahwa sektor pertanian di Indonesia belum mengalami guncangan besar akibat pandemi Covid-19," kata Prof Muhammad Firdaus, Selasa 28 November 2023. 

Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi (year-on-year) sektor pertanian Indonesia yang selalu positif selama 8 triwulan (dari triwulan I tahun 2020 hingga triwulan IV tahun 2021). 

Secara spesifik, kata dia, kekuatan sektor pertanian Indonesia pada masa pandemi Covid-19 dapat dilihat dari beberapa indikator seperti produksi, produktivitas, harga, dan perdagangan sejumlah komoditas utama yaitu beras, jagung, daging ayam, telur ayam, bawang merah dan pisang. 

"Produksi, produktivitas, dan ekspor beras tidak mengalami perubahan yang signifikan antara periode sebelum dan pada masa pandemi Covid-19. Harga beras di tingkat produsen cenderung lebih rendah selama pandemi dibandingkan sebelumnya. Harga konsumen tidak mengalami perubahan signifikan," papar dia. 

Sedangkan produksi jagung meningkat selama pandemi, sementara produktivitasnya relatif konstan. Harga jagung di tingkat produsen dan konsumen meningkat, dan tidak ada perubahan signifikan dalam ekspor dan impor jagung.

Selanjutnya, produksi daging ayam mengalami penurunan selama pandemi. Kenaikan harga di tingkat produsen menyebabkan kesenjangan harga antara produsen dan konsumen semakin mengecil. Tidak ada perubahan signifikan pada ekspor dan impor daging ayam. 

Demikian dengan telur ayam, produksi telur ayam tetap stabil selama pandemi setelah sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan. Harga telur ayam di tingkat produsen dan konsumen meningkat secara signifikan. Tidak ada perubahan signifikan yang terlihat pada ekspor dan impor telur ayam. 

Di samping itu, produksi bawang merah meningkat selama pandemi, namun tidak ada perubahan produktivitas yang signifikan. Harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen meningkat secara signifikan. Ekspor bawang merah tetap stabil, namun terjadi peningkatan impor yang signifikan, terutama pada bulan-bulan awal pandemi.

Terakhir, produksi dan produktivitas pisang meningkat selama pandemi. Harga pisang di tingkat produsen dan konsumen juga meningkat. Neraca perdagangan membaik, dengan peningkatan ekspor pisang dan penurunan impor, mendekati nol sejak awal pandemi.

Tiga Rekomendasi FAO
Kendati demikian, Prof Muhammad memberikan tiga rekomendasi agar pertanian Indonesia tetap stabil, berkesinambungan dan terus bertahan dalam menjaga kebutuhan pangan. 

Rekomendasi pertama yakni pemerintah harus memperkuat hulu sektor pertanian dengan memberikan dukungan pada kegiatan produksi, seperti fasilitasi pembiayaan dan penyediaan input (pupuk dan benih)  dengan skema subsidi. 

"Kedua, memastikan akses pasar, terutama dengan memfasilitasi dan meningkatkan rantai nilai kinerja dari daerah pusat ke pasar lokal dan ekspor. Ini harus mencakup perbaikan sistem dan teknologi transportasi untuk menjaga kualitas produk pertanian yang dihasilkan," papar dia. 

Terakhir, pemerintah diminta untuk memperkuat sistem cadangan pangan nasional untuk bahan pangan utama khususnya bahan pokok penyumbang inflasi.

Penguatan Tantangan di Masa Depan
Meski Indonesia telah berhasil melewati tantangan Pandemi Covid-19 pada sektor pertanian, Kementerian Pertanian terus mewanti-wanti agar masyarakat dan pihak terkait tidak lengah menghadapi tantangan ke depan. 

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Dr. Ade Candra menyebut, masih banyak tujuan-tujuan lain yang harus dilewati bersama. 

"Diantaranya, bagaimana kita bisa meningkatkan produksi ketahanan padi sebanyak 1 juta ton, dari jumlah eksisting yang ada," papar dia. 

Kementan dan FAO telah sepakat untuk melakukan percepatan transformasi sistem pertanian di Indonesia agar sektor pertanian bisa lebih tangguh dan berkelanjutan. 

Komitmen kita dalam membangun sistem Pangan yang tangguh dan berkelanjutan ini sudah menjadi komitmen kita dalam beberapa forum global," papar dia. 

Pandemi Covid-19, lanjut dia, merupakan tes awal untuk menunjukan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia stabil dan kuat. 

"Kemarin ada test case chalence dari Covid-19, kita test seberapa tangguh sistem pertanian kita menghadapi Covid-19.  Ternyata hasilnya  cukup tangguh menghadapi Covid-19," papar dia. 

Kendati demikian, Kementan tidak hanya ingin mampu melewati tantangan pandemi Covid-19, tapi juga tantangan lainnya di masa depan untuk memperkuat sektor pertanian. 

"Tapi tidak boleh terlena karena tantangan kedepan semakin kuat. Seperti munculnya geopolitical conflict, itu mengganggu perubahan suplai dari tidak hanya produk pertanian tapi juga input pertanian yang menggangu keberlanjutan sistem pangan dan pertanian," jelasnya. 

Tantangan lainnya, lanjut dia, yakni perubahan iklim dan lingkungan yang menggangu beberapa komoditas pertanian bergantung pada dua hal tersebut. 

"Bagaimana kita keluar dari kutukan itu, bagaimana kita manajemen ini untuk kesejahteraan masyarakat kita," tutup dia.

Reporter : Egi Abdul Mughni
Editor : R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...