PanganNews.id, Bandung - Bulog Jawa Barat (Jabar) mengaku ketersediaan beras di wilayahnya masih terkendali untuk memenuhi stok natal dan tahun baru (Nataru)
Pemimpin Wilayah Bulog Jabar, M Attar Rizal menyebut, masih ada sisa stok 72.300 Ton beras yang dimiliki pemerintah untuk alokasi di Jabar.
“Posisi stok beras di Jabar mencapai 72.300 ton. Jumlah ini sangat cukup sampai akhir tahun, bahkan mungkin ada sisa,” kata M Attar, Sabtu 9 Desember 2023.
Kendati demikian, Bulog Jabar terus melakukan penyerapan beras untuk persiapan kebutuhan lain. Penyerapan itu dilakukan melalui import beras dari negara lain.
Sebab, kata dia, beras di Jabar bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk pemberian bantuan dari pemerintah untuk masyarakat.
Ia menyebut, kebutuhan beras di Jabar untuk bantuan pangan dan operasi pasar di Desember 2023 sebanyak 43.000 ton. Beras tersebut berasal dari serapan tahun ini sekitar 220.000 ton. Juga suplai dari beras impor 74.000 ton.
Dalam waktu dekat, Jabar akan kembali masuk beras impor sebanyak 38.000 ton dari Vietnam, Thailand, dan Pakistan.
"Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah beras impor ini lebih banyak karena Jabar mengalami elnino," ungkap dia.
Perum Bulog Kanwil Jabar telah berhasil merampungkan penyaluran program bantuan pangan tahap dua bagi 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Penyaluran program bantuan pangan tahap dua terbagi dalam tiga alokasi yaitu September, Oktober, November untuk masyarakat di 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat, Alhamdulillah sudah tersalur 100 persen minggu lalu,” ujar dia.
Terdapat penambahan pagu di tahap 2 kemarin sebanyak 4.900 ton, semula pagu untuk tiga alokasi (September, Oktober, November) dari 124.481 ton menjadi 129.381 ton.
“Sesuai arahan dari Bapak Presiden, Bulog Jabar siap menyalurkan kembali bantuan pangan ini untuk alokasi bulan Desember. Ini tidak lepas dari keberhasilan kami dalam menyalurkan bantuan pangan tahap I di bulan Maret, April, dan Mei, serta tahap II di bulan September, Oktober dan November”, ucap Attar.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.