Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Dosen UI Minta Pemerintah Punya Inovasi Pengelolaan Sampah yang Baik

Bagikan
Masyarakat melakukan audit sampah di hulu sungai Ciliwung (Pangannews.id/egi)
Masyarakat melakukan audit sampah di hulu sungai Ciliwung (Pangannews.id/egi)

PanganNews.id, Bogor - Dosen Departemen Teknik Metalurgi dan Material, FTUI, Ahli Material Polimer Universitas Indonesia Adam Febriyanto Nugraha,  mengingatkan kesadaran para konsumen, pemerintah hingga pengusaha dalam mengelola sampah dengan lebih baik. 

"Kegiatan ini nanti diharapkan dapat mengubah pola perilaku masyarakat atau pola perilaku dalam menjaga sungai, yang pastinya bukan hanya tanggung jawab masyarakat atau konsumen, tapi seluruh stakeholder terkait," kata dia usai melakukan audit sampah di Ciliwung, Minggu 11 Desember 2023.

"Karena urusan sampah itu urusan tata kelola, di sini melibatkan konsumen atau masyarakat, pengelolaan sampah baik pemerintah swasta maupun komunitas dan juga sampai produsen," imbuh dia.

Sehingga, semua terlihat dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan tata kelola dan membangun kesadaran dalam mengelola sampah, tak terkecuali para pengusaha maupun produsen. 

"Sesuai dengan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendorong produsen juga bertanggung jawab terhadap produk yang mereka berikan namanya Extended Producer Responsibility (EPR)," jelasnya. 

Ia menilai, temuan sampah yang masih terbuang ke sungai Ciliwung itu merupakan sampah yang belum terkelola dengan baik. Sebab, kata dia, sampah yang terbuang merupakan sampah yang tidak memiliki nilai sama sekali. 

"Artinya ketika kita menemukan ini di sungai, ini kan barang yang sudah tidak memiliki nilai lagi. Kalau ada sampah yang ditemukan jarang, peluangnya adalah pertama orang jarang menggunakan atau sampah yang ada punya nilai daur ulang," jelasnya. 

"Karena sistem daur ulang sudah berjalan, jadi kita bisa identifikasi kira-kira mana yang punya nilai kemudian diambil pemulung atau dikumpulkan dijual atau daur ulang itu kan pasti ada nilainya," papar dia. 
.
Sehingga memberikan rekomendasi sementara kepada masyarakat, pemangku kepentingan dan para pengusaha dalam membuat tata kelola sampah yang baik. 

"Untuk masyarakat secara keseluruhan, untuk tidak buang sampah sembarangan karena meskipun sampah ini tidak digunakan lagi, tapi pastinya kita bisa membuangnya secara bertanggungjawab. Kalaupun nanti sampah ini belum punya nilai ekonomi, paling tidak bisa terkumpul dan terkontrol dengan baik dari para penanggungjawab di sana (Pemerintah daerah)," papar dia. 

Kemudian, ia memberikan saran kepada pemerintah daerah untuk bisa mengelola sampah dengan pengembangan teknologi. 

"Tidak sedikit juga Dinas yang mengembangkan teknologi pengelolaan sampah dengan cara pembakaran yang bertanggung, sehingga terkontrol dan tidak menimbulkan polusi. Atau bisa dengan cara-cara lainnya," jelasnya. 

"Nanti kita akan berikan rekomendasi bagaimana tata kelola yang mungkin bisa optimal untuk diterapkan masing-masing daerah," ungkapnya. 

Reporter: Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal