PanganNews.id, Cirebon - Dosen IPB University mengajarkan para petani di Cirebon untuk mengelola perikanan secara berkelanjutan lewat kegiatan Tim Dosen Mengabdi Inovasi.
Tim Dosen Mengabdi Inovasi yang terdiri dari Dr Mustaruddin, Prof Gondo Puspito dan Prof Mulyono itu mengadakan pelatihan dan sosialisasi tiga pilar konsep perikanan berkelanjutan yang diangkat, yaitu pengayaan stok, pengembangan teknologi dan prinsip penangkapan ikan ramah lingkungan serta pengembangan kemitraan untuk penguatan usaha perikanan.
Pada pelatihan tersebut, tim Dosen Mengabdi Inovasi IPB University menyampaikan teknis pengayaan stok menggunakan atraktor cumi-cumi. Atraktor tersebut dapat menarik cumi-cumi untuk bertelur dan menempelkannya pada tali rumbai atraktor sehingga membentuk populasi baru dan mengundang jenis-jenis ikan lainnya.
Pelatihan berlanjut dengan paparan teknologi dan prinsip penangkapan ikan ramah lingkungan oleh Prof Gondo Puspito, pakar teknologi alat penangkapan ikan di Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.
Prof Gondo menjelaskan bahwa penangkapan ikan dapat ditingkatkan hasilnya tanpa menimbulkan kerusakan pada ekosistem perairan, yaitu dengan modifikasi struktur alat tangkap, pemasangan alat bantu dan modifikasi teknik operasi penangkapan ikan.
Modifikasi tersebut efektif dilakukan pada bubu lipat, trammel net dan jaring insang. Jaring insang dapat ditingkatkan hasil tangkapan ikannya dengan pengaturan jumlah lampu atraktor dan intensitas penerangannya, meskipun dioperasikan secara diam. Operasi secara diam dapat mengurangi destruksi alat tangkap terhadap ekosistem perairan, sehingga lebih ramah lingkungan.
“Modifikasi alat tangkap perlu diikuti dengan perubahan pandangan dan prinsip dalam melakukan operasi penangkapan ikan. Alat tangkap menjadi destruktif bila dalam operasinya kita serakah ingin menangkap apa saja dan merusak habitat ikan untuk mendapatkan hasil tangkapan maksimal,” cetus Prof Gondo.
Kegiatan ini melibatkan mitra dari Koperasi Mina Mandiri Jaya dan aparat Desa Citemu. Pada sesi pengembangan kemitraan, Dr Mustaruddin menyatakan bahwa penguatan kemitraan nelayan dapat menjamin keberlanjutan usaha perikanan. Tidak hanya dari sisi operasi penangkapan, tetapi juga dalam pemasaran ikan hasil tangkapan. Nelayan akan mendapat kepastian harga dan jangkauan pemasaran yang lebih luas.
“Kemitraan tersebut dapat dikembangkan nelayan dengan koperasi perikanan, industri, restoran hingga pelaku ekspor perikanan. Mitra memberi bantuan modal dan teknologi dan nelayan memasok ikan, bahkan menjadi pekerja atau pelaku distribusi yang bersifat part time,” ujar Dr Mustaruddin yang aktif mengajar di Departemen PSP IPB University.
Halim, Ketua Koperasi Mina Mandiri Jaya menyambut baik gagasan tersebut. Ia berencana mengembangkan beberapa bidang usaha yang melibatkan nelayan atau keluarga nelayan.
“Kami bersyukur jadi tahu bahwa banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mempertahankan pekerjaan kita sebagai nelayan. Bisa dengan memperkaya stok ikan, memodifikasi alat tangkap, bahkan dengan membangun kemitraan yang menguatkan posisi kita sebagai nelayan,” ujar Sutirno, salah satu tokoh nelayan di Desa Citemu.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.