Lewat Inseminasi Buatan, Pj Gubernur Sulsel Dorong Peternak Tingkatkan Produksi

Jurnalis Pangannews

Rabu, 21 Pebruari 2024 19:03 WIB

news
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin saat berkunjung ke peternak Kelurahan Baru Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap. (Pemprov Sulsel)

PanganNews.id, Sidrap - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan produksi ternak di wilayahnya melalui program Inseminasi Buatan (IB).

"Kami sangat serius dalam meningkatkan produksi ternak melalui IB," kata Baharuddin, Selasa, 20 Februari 2024 kemerin.

IB gratis dilakukan di Kelurahan Baru Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Selain IB, para peternak juga diberikan disinfektan dan vitamin untuk memastikan kesehatan ternak mereka.

Menurut Petugas Kesehatan Hewan Kabupaten Sidrap, Haris Alamin, melalui inseminasi buatan dan pelayanan kesehatan, pendapatan peternak diyakini akan meningkat signifikan.

"Sapi yang dipelihara selama 6 bulan, sudah bisa dijual dengan harga Rp10 juta. Apalagi, dengan program IB yang didukung oleh Pemprov Sulsel, potensi ekonomi peternak semakin meningkat," kata dia.

"Inseminasi buatan ini berkat support dari Pemerintah Provinsi Sulsel, yang memiliki perhatian lebih terhadap peternak, khususnya di Kabupaten Sidrap," tambah Haris.

Di sisi lain, di Kabupaten Barru, IB juga dilakukan di Desa Lampoko, Kecamatan Bulusu. Petugas Inseminator Kabupaten Barru, Hariyanto, menjelaskan bahwa IB bertujuan untuk mempercepat kelahiran anak sapi dan mendapatkan keturunan unggul dari segi genetika.

"Untuk sapi yang sedang dalam kondisi birahi, kami telah melakukan IB pada 13 ekor, dan akan melanjutkannya pada 20 ekor lainnya," jelas Hariyanto, seraya menunjukkan proses IB yang sedang berlangsung.

Dengan program IB yang semakin ditingkatkan dan disosialisasikan di berbagai daerah, diharapkan dapat membantu para peternak meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka serta mempercepat perkembangbiakan ternak sapi di Sulsel.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...