Kisah Wanita Muda di Nganjuk Ubah Takdir dari Karyawan Menjadi Petani Sukses

Jurnalis Pangannews

Jumat, 01 Maret 2024 15:10 WIB

news
Petani muda Jelsi Santosa. (YouTube)

PanganNews.id, Jawa Timur- Jelsi Natosa (25), wanita asal Nganjuk, Jawa Timur, menempuh perjalanan menarik dari menjadi seorang karyawan di Surabaya hingga menjadi seorang petani bawang merah yang sukses di kampung halamannya.

"Dari awal sudah niat untuk menjadi petani karena aku kan perempuan, kalau umur 30 tahun ke atas mungkin sudah tidak dipakai oleh perusahaan, kalau di pertanian itu bisa sampai tua. Terus kalau nggak diteruskan sama generasi muda, bisa-bisa petani di Indonesia musnah," kata Jelsi Natosa, Jumat, 1 Maret 2024.

Meskipun hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) multimedia pada 2017 dan tidak memiliki banyak pengetahuan tentang pertanian, Jelsi berhasil membuktikan kesuksesannya di dunia pertanian hingga saat ini memiliki lahan sendiri seluas 2.000 meter persegi.

"Ilmunya dari orang tua petani juga, lingkungan di sini juga rata-rata petani bawang merah semua. Jadi seumpama tanamannya ada yang kurang, nanti dibilangin sama yang lebih tua nanti dipraktekkan," ucapnya.

Untuk memulai usahanya sebagai petani, Jelsi mengakui butuh modal miliaran rupiah yang dikumpulkan selama lima tahun untuk membeli lahan dan bibit bawang merah. Namun, dengan kerja keras dan keberaniannya, kini ia tidak hanya memiliki lahan sendiri, tetapi juga lahan sewaan.

"Dengan modal yang besar, kini Jelsi juga mendapatkan omzet yang besar pula hingga ratusan juta per tahun. 'Panen 1 tahun lima kali. Kemarin itu kita panen di 150 RU 2 bulan itu bisa tembus di Rp 45 juta, itu kalau jadi dan harganya bagus,' tambah dia.

Namun, perjalanan Jelsi sebagai petani tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami kegagalan panen akibat serangan hama dan cuaca yang tidak mendukung.

Menjadi petani juga diakui memiliki pendapatan yang tak pasti. Saat komoditas bawang merah sedang jatuh dan dihargai murah oleh pengepul, ia mencari solusi dengan menjualnya secara online melalui TikTok Shop.

"Harga bawang merah naik turun naik turun toh. Kalau bawang merahnya harganya nggak mendukung tapi kualitasnya bagus, kita jual di TikTok jadi kita ecer sendiri," ujar dia.

Saat ini Jelsi menjual bawang merahnya secara eceran Rp 33.000 per kg, sementara di pengepul dihargai di bawah Rp 15.000 per kilogram.

Berdasarkan pengalamannya, Jelsi mengajak anak muda lainnya untuk tidak malu menjadi petani. Jika kerja keras dan cerdas, hasil dari apa yang ditanam bisa dituai.

"Sebenarnya kita juga bisa tetap keren menjadi petani, bisa berpenghasilan tiga digit dalam satu bulan, bisa ratusan juta dalam satu tahun, tergantung kamu mengelola keuangannya itu gimana," ucapnya.

Jelsi pun memiliki tips bagi anak muda yang ingin menjadi petani namun memiliki modal terbatas. 

"Mungkin bisa belinya yang tahunan dulu. Sebisa mungkin kalau modal tanam bisa 3-4 kali untuk meminimalisir kegagalannya," pungkasnya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...